logo Kompas.id
Nusantara5 Orang Tewas Ditabrak Bus

5 Orang Tewas Ditabrak Bus

Oleh
· 2 menit baca

PURWAKARTA, KOMPAS — Tiga pengemudi sepeda motor tewas ditabrak bus Primajasa Jurusan Garut-Bekasi di kawasan Jembatan Sasak Besi, Desa Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (13/3), sekitar pukul 08.00. Kecelakaan diduga karena rem bus blong.Di Cilegon, Banten, bus angkutan umum juga memakan korban jiwa di Jalan Raya Cilegon-Merak, Minggu (12/3), sekitar pukul 23.30. Fatimah (35) dan putrinya, Sahira (3), tewas ditabrak bus Sri Maju Prima.Adapun tiga korban tewas dalam kecelakaan di Purwakarta adalah Eliatur Tampubolon (42), Abdul Ari Rahman (31), dan Egi Rusandi (27). Mereka semua warga Purwakarta."Pengemudi bus sudah kami tahan," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purwakarta Ajun Komisaris Arman Sahti di Purwakarta, Senin.Arman mengatakan, kecelakaan bermula saat bus bernomor polisi B 7095 YL yang dikemudikan Rusmana (34), warga Desa Cinta Karya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, memasuki kawasan Ciganea, sekitar Jembatan Sasak Besi. Di jalan menikung dan menurun curam itulah, rem bus blong."Pengemudi kehilangan kendali. Bus lantas masuk jalur berlawanan dan menabrak beberapa kendaraan yang melintas, mulai dari angkutan kota hingga empat sepeda motor," kata Arman. Arman menduga, pihak pengelola bus kurang memperhatikan perawatan kendaraan. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengelola bus atau kendaraan lain agar rutin memeriksa kelayakan kendaraan.Sementara kecelakaan di Cilegon disebabkan pengemudi bus tidak bisa menghentikan kendaraan ketika dua korban tiba-tiba menyeberang jalan. "Sempat dipukuli warga setempat, pengemudi bus kini ditahan di Polres Cilegon," kata Kepala Satlantas Polres Cilegon Ajun Komisaris Fikri Ardiansyah. Berdasarkan pengamatan, bus bernomor polisi A 7740 A itu rusak di beberapa bagian. Kaca samping dan depan bus pecah. Kaca spion kanan dan lampu sen bus juga tak utuh lagi, serta kaca belakang bus penyok dan retak. Bumper bus juga ringsek. Penyeka kaca depan bengkok. Di dalam bus berserakan pecahan kaca, batu, dan botol.Dadang (48), pengemudi bus, mengatakan, saat kecelakaan terjadi, kecepatan bus sekitar 60 kilometer per jam. Warga Desa Baros, Kabupaten Serang, Banten, itu mengatakan, saat dua korban tiba-tiba menyeberang jalan, dirinya sempat mengerem busnya, tetapi kecelakaan tak dapat dielakkan."Saat saya melihat korban, jarak bus dengan mereka sekitar 10-15 meter. Jarak korban dengan bus terlalu dekat sehingga saya tidak bisa menghentikan bus," katanya. (SEM/BAY)

Editor:
Bagikan