logo Kompas.id
MultimediaPSBB Periode Kedua dan...

PSBB Periode Kedua dan Pelarangan Mudik, Pemprov DKI Harus Tegas

Mulai Jumat (24/4/2020), PSBB periode kedua mulai diberlakukan bersamaan dengan pelarangan mudik. Ketua DPRD DKI menyatakan perlunya ketegasan sikap untuk menindak para pelanggar aturan PSBB.

Oleh
Helena F Nababan
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/shDlEs6P9KZYXh2JgSQoVh_tGsI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2F3ca1cf4f-30bf-44da-8670-8ed1f40c1c66_jpg.jpg
Kompas/Hendra A Setyawan

Petugas kebersihan membersihkan pintu masuk Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang tutup, Senin (20/4/2020). PT MRT Jakarta membatasi operasional MRT Jakarta untuk mendukung penerapan PSBB di DKI Jakarta, salah satunya adalah pembatasan operasional stasiun.

JAKARTA, KOMPAS — Mulai Jumat (24/4/2020), Pemprov DKI Jakarta memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB hingga 22 Mei 2020, sekaligus bersamaan dengan penerapan pelarangan mudik atau pulang kampung. DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI dan pihak berwenang lebih tegas menindak pelanggar.

Prasetio Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/4), menyatakan, belajar dari pelaksanaan PSBB periode pertama, 10-23 April 2020, perlu ketegasan lagi dari Pemprov DKI Jakarta. ”Saya kira perlu ketegasan lagi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena nyatanya masih banyak pergerakan manusia selama pelaksanaan PSBB,” tutur Prasetio.

Editor:
nelitriana
Bagikan