logo Kompas.id
MudaAnak Muda Melawan Radikalisme

Anak Muda Melawan Radikalisme

Kalau anak muda tidak punya imunitas diri yang kuat, tidak punya literasi digital, mereka akan menelan begitu saja konten di media sosial, termasuk yang mengandung ajaran terorisme.

Oleh
ESTER LINCE NAPITUPULU/DENTY PIAWAI NASTITIE/SOELASTRI SOEKIRNO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/nojEAO-7k5LO3eh_Jeu34VSEgZE=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2Fc9312fe2-0f77-4361-b8fa-3ad2d05d50a7_jpg.jpg
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Peserta aksi solidaritas antarumat beragama bersiap di depan Katedral Hati Yesus yang Mahakudus Makassar, Sulawesi Selatan, pada perayaan Minggu Paskah (4/4/2021). Aksi itu adalah respons terhadap serangan teror bom bunuh diri yang terjadi pekan lalu.

Aksi bom bunuh diri pasangan muda di gereja Katolik di Makassar, Sulawesi Selatan, dan penyerangan ke Markas Polri oleh perempuan muda menyadarkan kita kembali betapa kaum muda rentan terpapar ideologi ekstrem kekerasan.

Menyusul dua peristiwa itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, saat ini penyebaran terorisme dinilai berlangsung masif melalui media sosial. Target penyebaran terorisme menyasar kaum muda atau milenial yang banyak berinteraksi di dunia maya (Kompas, 6/4/2012).

Editor:
budisuwarna
Bagikan