logo Kompas.id
MudaPemaknaan Nasionalisme di Kalangan Anak Muda Lebih Subyektif

Pemaknaan Nasionalisme di Kalangan Anak Muda Lebih Subyektif

Pemaknaan nasionalisme di kalangan anak muda bergeser pascareformasi. Anak muda mengaitkan nasionalisme ke dalam berbagai dimensi, mulai pelestarian lingkungan, budaya, hingga pandemi.

Oleh ELSA EMIRIA LEBA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Bahana Patria Gupta

Wisawatan berfoto bersama bendera Merah Putih di obyek wisata Potoek Suko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2020). Selain dilakukan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia, pemasangan bendera juga untuk mengingatkan tentang perlunya selalu menjaga nasionalisme. 

JAKARTA, KOMPAS — Pascareformasi, anak muda memaknai nasionalisme secara lebih subyektif berdasarkan pengalaman masing-masing. Selain itu, implementasi rasa nasionalisme anak muda muncul dengan cara membangun komunitas menggunakan sumber daya lokal.

Pendiri Youth Laboratory Indonesia dan penulis sejumlah buku soal generasi muda, Muhammad Faisal, mengatakan, di masa lalu, anak muda hampir di seluruh Indonesia memiliki pemahaman tentang nasionalisme yang mirip selama tahun 1980-1990-an. Mereka mengaitkannya dengan perjuangan kemerdekaan dan kekayaan alam Indonesia.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Budi Suwarna
Bagikan
Memuat data..