logo Kompas.id
β€Ί
Metropolitanβ€ΊBerjejaring Setengah Hati
Iklan

Berjejaring Setengah Hati

Fenomena urbanisasi terjadi merata diikuti merebaknya isu sampah, polusi, hingga kemacetan. Perlu kerja sama berjejaring antarkawasan didukung pusat guna mengatasinya. Sayang, kerja sama itu masih berjalan setengah hati.

Oleh
RENY SRI AYU ARMAN, COKORDA YUDISTIRA M PUTRA, NIKSON SINAGA, AGUIDO ADRI, NELI TRIANA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Q4lz55o8jue3OfxNgq1HNo2ggc0=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F03%2F23%2F884a451f-1476-47b8-b4a2-4d1f7c2eb13d_jpg.jpg

Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan konsentrasi pertumbuhan area urban terbesar masih di Pulau Jawa. Namun, Bappenas memproyeksikan di tingkat nasional laju urbanisasi pada 2010-2030 sudah 66,6 persen. Isu perkotaan mulai dari pengolahan sampah, polusi, hingga kemacetan mulai merebak di mana-mana. Untuk mengatasinya perlu kerja sama berjejaring antarkawasan didukung keberpihakan kebijakan pusat ataupun daerah.

Data Sensus Penduduk Indonesia 2020 oleh Badan Pusat Statistik memaparkan bahwa Pulau Jawa dihuni 151,59 juta jiwa atau 56,1 persen penduduk negeri ini. Jawa masih menjadi pusat konsentrasi pertumbuhan kawasan perkotaan yang berarti juga sebagai pusat kegiatan ekonomi.

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan