logo Kompas.id
MetropolitanPerampok Bersenjata Api Gondol...

Perampok Bersenjata Api Gondol Rp 70 Juta dari Toko Swalayan di Tangerang

Dengan senjata tajam dan senjata api, tiga perampok mengunci tiga karyawan dan merampas uang sejumlah Rp 70 juta.

Oleh
ERIKA KURNIA
· 3 menit baca
Brankas toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dibobol perampok pada Selasa (19/4/2022) malam.
POLDA METRO JAYA

Brankas toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dibobol perampok pada Selasa (19/4/2022) malam.

JAKARTA, KOMPAS — Sebuah toko swalayan di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dirampok pada Selasa (19/4/2022) malam. Menggunakan senjata api dan senjata tajam, mereka meneror pegawai toko dan berhasil menggasak uang tunai Rp 70 juta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan menyampaikan, Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan pencurian dengan kekerasan. Polisi kini masih mendalami aksi kriminal dan memburu pelaku yang diduga sekitar tiga orang tersebut.

”Tadi malam, di wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pencurian dengan kekerasan yang dilakukan tiga orang terhadap sebuah Alfamart, di mana dalam Alfamart itu ada tiga orang karyawan," tuturnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Ia menjelaskan, para pelaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura menjadi pembeli. Mereka datang saat toko hendak tutup sekitar pukul 22.00. Seorang pelaku langsung menodongkan senjata api, yang diduga berjenis revolver, kepada salah satu karyawan yang menjaga kas.

Toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang menjadi lokasi pencurian pada Selasa (19/4/2022) malam.
POLDA METRO JAYA

Toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, yang menjadi lokasi pencurian pada Selasa (19/4/2022) malam.

Setelah menodongkan senjata, pelaku meminta kasir untuk menuju lantai dua tempat penyimpanan brankas. Pelaku kedua ikut menggiring penjaga toko lainnya untuk ikut ke atas. Pelaku ketiga tetap menahan satu karyawan lain dengan pisau.

Pelaku pertama mengarahkan kasir mengambil kunci brankas untuk membukanya. Uang tunai kurang lebih Rp 40 juta pun disikat pelaku. Setelah itu, ketiga korban dimasukkan ke dalam ruang brankas dan dikunci. Pelaku juga ikut menggasak uang tunai Rp 30 juta dari area kas.

Baca Juga: Perampokan Bank yang Tak Semudah Film ”Hollywood”

Zulpan mengatakan, polisi telah mengidentifikasi pelaku dan mengejar mereka. ”Saat ini, tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Tangsel sedang melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap para pelaku yang tentunya kita sudah melihat gambar mereka dari CCTV dan keterangan dari para saksi dan korban,” tuturnya.

Awal pekan ini, pencurian dengan ancaman menggunakan senjata api juga terjadi di sebuah bank swasta di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap kasus yang dilakukan oleh pegawai bank swasta berinisial BS.

Brankas toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dibobol maling pada Selasa (19/4/2022) malam.
POLDA METRO JAYA

Brankas toko swalayan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, dibobol maling pada Selasa (19/4/2022) malam.

Berbekal ilmu dari sejumlah film aksi perampokan ala film Hollywood yang dia tonton selama bekerja dari rumah, BS menyiapkan sepucuk airsoft gun, petasan, alat setrum, tali tis, dan pisau lipat. Airsoft gun untuk menakut-nakuti korban, tali tis disiapkan untuk mengikat sandera.

Adapun alat setrum dan pisau lipat digunakan untuk membela diri jika sewaktu-waktu posisinya tersudut. Sementara petasan digunakan sebagai ”bom asap” saat akan melarikan diri. Dalam aksinya, BS hanya sempat menembakkan peluru airsoft gun ke area petugas teller sebelum dibekuk petugas sekuriti bank.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Ridwan Soplanit membeberkan bahwa permasalahan ekonomi menjadi alasan BS melakukan aksi perampokan. Dia memiliki utang kepada sejumlah orang. Totalnya ada sekitar Rp 5 miliar. ”Uang tersebut digunakan untuk menjalankan sejumlah proyek,” katanya.

Pada Jumat (8/4/2022), BS harus melunasi utang terhadap rekan kerjanya Rp 1,5 miliar. Dengan rincian Rp 1 miliar untuk utang pokok dan Rp 500 juta merupakan bunga utang. ”Utang inilah yang mendorongnya untuk merampok bank,” katanya.

Baca Juga: Buruh Perkotaan Menanti Berkah Ramadhan

Editor:
NELI TRIANA
Bagikan