logo Kompas.id
MetropolitanTips Naik Angkutan Umum di...
Iklan

Tips Naik Angkutan Umum di Jabodetabek

Demi perjalanan angkutan umum bebas stres, aplikasi navigasi bisa menjadi solusi.

Oleh
SATRIO PANGARSO WISANGGENI, ALBERTUS KRISNA PRATAMA PUTRA, MARGARETHA PUTERI ROSALINA
· 5 menit baca
Laman utama pada aplikasi Moovit, Rabu (2/2/2022) di Jakarta. Moovit adalah salah satu aplikasi penyedia informasi angkutan umum di Jabodetabek dan sejumlah kota besar Indonesia lainnya.
SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Laman utama pada aplikasi Moovit, Rabu (2/2/2022) di Jakarta. Moovit adalah salah satu aplikasi penyedia informasi angkutan umum di Jabodetabek dan sejumlah kota besar Indonesia lainnya.

Naik angkutan umum di Jabodetabek sekarang lebih mudah, aman, dan nyaman. Jadwal kedatangan moda bisa diketahui dengan pasti. Demikian juga tarifnya. Angkutan umum juga menghemat tenaga menuju tempat aktivitas. Saat pandemi, masyarakat masih bisa nyaman naik angkutan umum dengan protokol kesehatan ketat.

Bermobilitas dengan sepeda motor sesuai dengan simulasi yang dilakukan Kompas memang lebih cepat dalam mencapai tujuan. Namun, jika dilakukan setiap hari membuat badan cepat lelah karena harus berkonsentrasi dalam berkendara. Pikiran pun terasa tegang jika harus melewati kemacetan lalu lintas setiap harinya.

Bagi warga Jabodetabek, kelelahan tersebut bisa hilang dengan naik angkutan umum. Pemerintah telah menyediakan berbagai moda umum yang nyaman dan memadai, seperti KRL, MRT, LRT, bus transjakarta, transjabodetabek, BRT/Bus Kita, bus JRC (Jabodetabek residence connection), serta mikrotrans. Angkutan umum tersebut tidak hanya melayani wilayah Jakarta saja, tapi juga sudah menjangkau sebagian wilayah aglomerasi (Bodetabek).

Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Potret kemacetan di Ibu Kota mulai terlihat pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.
Kompas/Hendra A Setyawan

Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020). Potret kemacetan di Ibu Kota mulai terlihat pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Menurut, pengguna angkutan umum sekaligus pengelola akun sosial media “@darihalte_kehalte” Bowo, langkah awal sebelum bepergian naik angkutan umum adalah merencanakan rute yang ingin dilalui sebelumnya. “Ini penting agar tidak menghambat perjalanan dan arus perpindahan penumpang”, ujarnya.

Menurut dia, sekarang sudah banyak aplikasi navigasi berbasis internet yang membantu merencanakan perjalanan menggunakan angkutan umum. Selain Googlemap, ada juga Moovit dan Travi.

Angkutan massal seperti MRT, KRL dan bus transjakarta juga mempunyai aplikasi khusus “KRL Access”, “MRT-J”, dan “TiJeKu” yang memandu penumpang untuk mengetahui jadwal dan keberadaan moda yang hendak ditumpangi.

Bowo menambahkan, pengguna angkutan umum harus selalu mempersiapkan kartu uang elektronik setiap kali akan berpergian. Kartu uang elektronik yang dikeluarkan perbankan bisa digunakan di angkutan massal seperti KRL, MRT dan transjakarta.

Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna angkutan umum. Naik angkutan umum berpotensi bertemu banyak orang dari segala penjuru, berdesakan, dan rawan tertular Covid-19. Penerapan pembatasan sosial, membuat pengelola angkutan umum juga membatasi jumlah penumpang serta menghentikan sementara beberapa rute angkutan umum.

Transjakarta pun melalui akun instagramnya membagi tips kembali naik angkutan umum pasca pembatasan sosial melalui video reel. Pertama, pastikan menggunakan masker yang tepat, seperti masker KN95 dan masker bedah yang didobel dengan masker kain. Kedua, mencuci tangan dan rutin menggunakan hand sanitizer. Ketiga, menyiapkan kartu uang elektronik atau tiket QR dari aplikasi Tije.

Calon penumpang sedang mengkases aplikasi Peduli Lindungi melalui gawai di Bandara Radin Inten II Lampung, Kamis (16/12/2021).
VINA OKTAVIA

Calon penumpang sedang mengkases aplikasi Peduli Lindungi melalui gawai di Bandara Radin Inten II Lampung, Kamis (16/12/2021).

Iklan

Selanjutnya menyiapkan aplikasi “Peduli Lindungi” atau JAKI. Untuk langkah ini, pengguna angkutan umum harus selalu mempersiapkan telepon pintar dan aplikasi “Peduli Lindungi” sebelum masuk halte/stasiun. “Jangan baru mengeluarkannya ketika sudah diminta oetugas untuk memindai kode” kata Bowo.

Proses pemindaian aplikasi Peduli Lindungi di halte/stasiun sering menimbulkan antrian panjang dan potensi berdesak-desakan. Salah satunya karena masih banyak pengguna angkutan umum yang baru membuka telepon genggam dan aplikasi Peduli Lindungi setelah tepat berada di depan papan barcode pemindaian.

Laman muka aplikasi navigasi Jaklingko, seperti yang terlihat pada Rabu (2/2/2022) sore di Jakarta. Aplikasi Jaklingko dapat membantu warga melihat opsi moda dan rute yang harus diambil dari empat moda angkutan umum Jakarta: bus Transjakarta, MRT, Kereta Commuterline, dan LRT Jakarta.
SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Laman muka aplikasi navigasi Jaklingko, seperti yang terlihat pada Rabu (2/2/2022) sore di Jakarta. Aplikasi Jaklingko dapat membantu warga melihat opsi moda dan rute yang harus diambil dari empat moda angkutan umum Jakarta: bus Transjakarta, MRT, Kereta Commuterline, dan LRT Jakarta.

Tips terakhir yang dibagikan oleh transjakarta adalah larangan berbicara selama perjalanan, baik secara langsung atau pun melalui telepon. Larangan ini juga berlaku di kereta komuter KRL dan MRT.

Bowo menambahkan tips lain naik angkutan umum di masa pandemi supaya jangan memaksakan diri masuk ke dalam bus/kereta yang sudah penuh. Lebih baik menunggu bus atau rangkaian kereta berikutnya yang sudah terjadwal.

Layanan JRC

Bagi warga kota-kota penyangga Jakarta, yang daerahnya mungkin belum terkoneksi langsung dengan jaringan transportasi massal, mungkin perlu mencari tahu lebih dalam mengenai layanan bus Jabodetabek residential connexion atau JRC.

Trayek yang disiapkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek untuk bus JRC ini melayani langsung sejumlah titik strategis dan perumahan-perumahan besar di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hingga kini JRC telah melayani 45 rute. Salah satunya adalah trayek perumahan Gardens at Candi Sawangan–MRT Lebak Bulus yang baru diresmikan awal 2021 lalu dengan tarif Rp 20.000.

JRC beroperasi mirip dengan sistem shuttle, bus dari kota penyangga berangkat di pagi hari, dan baru akan meluncur pulang dari Jakarta pada sore-malam harinya. Selain ke simpul transportasi massal di Jakarta, rute-rute lain JRC juga mengantarkan penumpang langsung ke pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta seperti kawasan Mega Kuningan, Senayan Jakarta Selatan, hingga pusat perbelanjaan seperti Thamrin City Jakarta Pusat.

“Kami harapkan penumpang memilih opsi berkomuter yang aman dan nyaman, misalnya pakai JR Connexion,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Marbudiantono.

Bahkan, menurut Marbudiantono, Pemkot Depok sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan yang memungkinkan pembelian tiket bus JRC secara daring. Dengan demikian, kelak, warga Depok bisa mendapat informasi ketersediaan tempat duduk dan jam keberangkatan dengan lebih pasti.

Layanan bus gratis untuk membantu mengantisipasi apabila terjadi kepadatan pengguna kereta commuter line masih disediakan di Stasiun Bogor, Senin (14/9/2020). Ada 26 bus yang disediakan di Stasiun Bogor dan lima bus di Damri dengan jadwal keberangkatan mulai dari pukul 05.15. Adapun enam bus JR Connection dan dua bus cadangan yang disediakan untuk mengangkut penumpang. Untuk kapasitas penumpang, satu bus Perum Pengangkutan Umum Djakarta dan JR Connection masing-masing hanya diisi maksimal 25 orang dan satu bus sekolah maksimal 12 orang.
SHARON PATRICIA

Layanan bus gratis untuk membantu mengantisipasi apabila terjadi kepadatan pengguna kereta commuter line masih disediakan di Stasiun Bogor, Senin (14/9/2020). Ada 26 bus yang disediakan di Stasiun Bogor dan lima bus di Damri dengan jadwal keberangkatan mulai dari pukul 05.15. Adapun enam bus JR Connection dan dua bus cadangan yang disediakan untuk mengangkut penumpang. Untuk kapasitas penumpang, satu bus Perum Pengangkutan Umum Djakarta dan JR Connection masing-masing hanya diisi maksimal 25 orang dan satu bus sekolah maksimal 12 orang.

Risiko perjalanan dan kelelahan fisik serta mental yang harus dialami ketika berkomuter dengan kendaraan pribadi dari Depok ke Jakarta dapat dikurangi dengan bus JRC.

“Kita semua bisa mengurangi emisi serta stres. Kualitas hidup meningkat dan juga produktivitas kita,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok Anton Tofani Muharram.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi Erwin menilai, proses berpindah ke angkutan umum mungkin sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tahap awalnya adalah menggunakan angkutan umum di beberapa hari kerja dulu. Dengan begitu, beban jalan di hari kerja dapat berkurang dan kemacetan sedikit dikurangi. Harapannya, waktu yang terbuang lebih sedikit, produktivitas akan lebih besar.

“Kalau ketika hari kerja macet, berapa uang yang kita buang? Berapa polusi yang kita keluarkan? Jadi, ya misalnya selama Senin sampai Jumat itu pakai angkutan umum. Budayakan hari kerja itu hari angkutan umum. Kalo weekend ya pakai kendaraan pribadi silahkan,” kata Erwin. (SPW/PUT/XNA)

Editor:
KHAERUDIN
Bagikan