Penyebab Banjir di Area Bongkar Muat Terminal 3 Soekarno-Hatta Belum Jelas
Banjir setinggi 40 sentimeter berasal dari saluran induk setelah hujan lebat. Namun, penyebab pastinya belum jelas.
Oleh
FRANSISKUS WISNU WARDHANA DANY
·2 menit baca
KOMPAS/GIARA UNTUK KOMPAS
Banjir setinggi 40 cm melanda loading dock atau area bongkar muat Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (21/12/2021) siang.
TANGERANG, KOMPAS — PT Angkasa Pura II (Persero) masih menelusuri penyebab banjir setinggi 40 cm di area loading dock atau bongkar muat Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2021). Pengelola bandara memastikan operasional bandara dan penerbangan tidak terimbas dan tetap berjalan normal.
Hujan deras pada Selasa (21/12/2021) siang menyebabkan banjir di area bongkar muat Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Banjir itu viral di media sosial. Pengelola bandara mengerahkan stasiun pompa bergerak atau mobile pump berkapasitas 4.000 liter/menit untuk menyedot air sehingga surut dalam waktu 30 menit.
”Banjir diduga karena tingginya debit air di saluran utama (saluran induk) yang membuat pembuangan air melambat. Kami masih menginvestigasi penyebab tingginya debit air di saluran utama,” kata Senior Manager Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muardi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (22/12/2021).
Mesin pompa mobile menyedot banjir setinggi 40 cm di loading dock atau area bongkar muat Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (21/12/2021).
Area bongkar muat merupakan titik terendah di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Area tersebut terbatas dan hanya diakses oleh orang yang telah mendapat izin atau berkepentingan sehingga tidak dilalui penumpang atau pengunjung bandara.
Holik mengatakan, sudah tidak ada lagi titik air di area bongkar muat dan operasional bandara, termasuk pelayanan penumpang secara umum tidak terganggu. ”Operasional bandara dan penerbangan tetap berjalan baik. Layanan kepada penumpang tidak terganggu,” ucapnya.
Natal dan Tahun Baru
Terkait dengan aktivitas bandara pada akhir tahun, pihak Angkasa Pura II memperkirakan terjadi kenaikan penumpang 20-25 persen selama libur akhir tahun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Puncak keberangkatan diperkirakan pada 24 Desember, sedangkan puncak kedatangan pada 2 Januari.
Executive General Manager Airport Operation Division Angkasa Pura II Eri Braliantoro menyebutkan, pihaknya berencana membuka Terminal 1A yang hampir dua tahun ditutup karena dalam proses renovasi guna antisipasi lonjakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru.
”Jumlahnya tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19 dan lebih banyak penerbangan dalam negeri,” ujarnya.
Suasana pascapenyedotan banjir setinggi 40 cm di loading dock atau area bongkar muat Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (21/12/2021) siang.