logo Kompas.id
MetropolitanPolda Metro Jaya Evaluasi dan ...
Iklan

Polda Metro Jaya Evaluasi dan Lebur Tim Patroli Malam

Evaluasi ini merupakan bagian dari perintah Kapolri agar polisi lebih terbuka dan mematuhi ketentuan saat bertugas.

Oleh
Stefanus Ato
· 2 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/4qRyY4JEYwQivA9JswwHI-ZboA8=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F01%2F8bdcf487-24af-4bcc-a9fd-5e8ef648ae0b_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Tim Khusus (Timsus) Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 Polda Metro Jaya melakukan patroli di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat (1/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Daerah Metro Jaya bakal melebur seluruh tim patroli yang ada di setiap kepolisian resor. Tim patroli itu akan dibentuk menjadi tim impian yang tetap berpatroli secara tegas tanpa melanggar hak asasi masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengatakan, tim patroli kepolisian dengan kendaraan roda dua akan dievaluasi menyeluruh. Polda Metro Jaya bakal memberi pelatihan dan pembekalan agar anggota kepolisian yang berpatroli memiliki standar yang jelas.

”Kami akan siapkan prosedur standar operasi, supaya jangan ada lagi Jaguar, Kobra, tim ketupat sayur, tim lele, dan lain-lain yang akhirnya tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri,” kata Fadil dalam siaran pers, Minggu (31/10/2021), di Jakarta.

Demikian juga dia (anggota) memahami undang-undang yang melekat pada dirinya, menggeledah orang, memeriksa orang yang tertangkap tangan dan sebagainya.

Fadil menambahkan, evaluasi ini merupakan bagian dari perintah Kapolri agar polisi lebih terbuka dengan kritikan masyarakat. Polisi juga perlu berbenah jika selama ini dalam menjalankan tugas masih sering melanggar hak asasi masyarakat.

Iklan

”Kapolri sudah memerintahkan, kalau tidak mampu memotong ekornya yang busuk, kepalanya yang dipotong. Kalau saya, saya tambahkan, saya blender kepalanya yang busuk itu,” ujar Fadil.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/xgpg75-VrWDxasEHv2PNWl-jx8o=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2Fbc1a2a25-a1c2-4b65-9ac5-c2f52db17706_jpg.jpg
Tangkapan layar Youtube Polda Metro Jaya

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran dalam konferensi pers kasus tindak pidana ilegal akses data kependudukan untuk pembuatan sertifikat vaksin Covid-19 di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Polisi Telusuri Temuan Obat di Kontrakan Sopir Transjakarta yang Tabrakan

Menurut Fadil, tim yang dilebur itu bakal diberi nama Tim Kelelawar Malam. Tim ini dibekali pengetahuan tentang HAM, perspektif komunikasi, hingga prosedur mengecek ponsel seseorang yang dicurigai melakukan kejahatan.

”Jadi, tidak seperti sekarang, debat kusir tidak jelas. Demikian juga dia (anggota) memahami undang-undang yang melekat pada dirinya, menggeledah orang, memeriksa orang yang tertangkap tangan, dan sebagainya,” kata Fadil.

Menyikapi arahan dari Kepala Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur bakal mengevaluasi total Tim Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur. Salah satu bentuk evaluasinya adalah membekali anggota dengan pelatihan dan pembekalan dasar-dasar hak asasi manusia serta prosedur standar pemeriksaan masyarakat.

”Pelatihan ini nanti kami menunggu pelatihan dari Polda. Sebab, rencananya akan terpusat di Polda,” ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Erwin Kurniawan, Minggu siang.

Baca juga: Mural ”Pejuang Masa Kini” Mewarnai Hari Sumpah Pemuda

Editor:
nelitriana
Bagikan