FotografiFoto CeritaMelepas Kepergian Sahabat...
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Bebas Akses

Melepas Kepergian Sahabat Terbaik

Demi kecintaan pada anjing piaraannya, Vitri mengkremasi jasad anjingnya yang mati karena tua.

Oleh
HERU SRI KUMORO
· 3 menit baca

Pertahanan itu akhirnya jebol juga. Kesedihan karena ditinggal Timbul, anjing kampung atau mongrel atau ras campuran peliharannya, membuat air mata menetes dan membasahi kedua pipi Bernadetta Vitri (40).

Air mata itu menetes saat Vitri, warga Serpong, Tangerang Selatan, ini mengucapkan doa dan mencium Timbul di ruang doa di tempat kremasi Von Briss House Dog Care di Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). Bersama suami dan kedua putrinya, mereka melepas kepergian Timbul secara bermartabat dengan mengkremasi anjing berusia sekitar 12 tahun tersebut. Timbul mati pada malam sebelumnya karena usia tua dan penyakit tumor yang diidapnya.

”Tidak ada lahan di perumahan untuk mengubur Timbul. Selain itu, aku dan keluarga juga pengin menyimpan abu Timbul,” kata Vitri mengenai alasannya mengkremasi. Vitri lalu bercerita bahwa Timbul ditemukannya bersama suami dan anak-anaknya di pinggir jalan saat hujan deras. Kondisi Timbul saat awal ditemukan membuat miris. Tubuhnya kurus dan badannya penuh luka. Selain itu, matanya juga tidak bisa melihat dengan sempurna.

Awalnya, Vitri dan, terutama suaminya, agak ragu membawa Timbul, apalagi sampai memeliharanya dalam waktu lama. Namun, anak-anaknya yang mendesak untuk memeliharanya. ”Mama dan Papa tidak mau kan kalau tua nanti hidup telantar, tidak ada yang merawat,” kata Vitri menirukan ucapan kedua putri mereka saat itu.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/u-1CT25iMcbyVeqmouZbMa0jGtY=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fc20451b9-311d-430e-8151-c444228c0043_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Ucapan Selamat Datang

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-2JhO6paOckHz1lCzekWW5eVvck=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fabbeb308-79b9-4742-a891-1d6b6a108192_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Von Briss House Dog Care

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/BUY2pp9i1sr_e8uh58m0Ofvid7k=/1024x1536/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F4b789018-345c-4465-8bad-b04d4077b5f3_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Foto Kenangan

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Gg0JlhfcRXahoE7vzh-1cQr0WH0=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fc22a7647-c96d-46ed-a6b7-ad26455b7d01_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Berdoa sebelum membersihkan

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-ZGleA_H5EQbSxzaENLYDkqI3ss=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F79f7f6b1-7f82-4285-9e34-e8a80d7380d0_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Dibersihkan Sebelum Dikremasi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/1W-qKnzFrp2_72H42udCsTbXt3k=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F7408e917-e6c7-4e74-b4f0-2349b924a518_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Melihat Proses Pembersihan

Von Briss House Dog Care dikelola oleh Roberti Endang. Jasa kremasi anjing baru ditekuni sekitar satu tahun terakhir. Sebelumnya Endang fokus pada penangkaran dan pelatihan anjing. Endang juga menjadi konsultan untuk pengurusan dan pelatihan anjing pelacak milik Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Jasa ini muncul sebagai bentuk respons terhadap keberadaan sejumlah layanan kremasi anjing yang dinilai tidak ”berperikehewanan”. Selain itu, uang dari jasa ini bisa untuk membeli pakan dan biaya perawatan anjing peliharannya yang lebih dari 150 ekor. Sebagian anjing tersebut merupakan anjing telantar yang diselamatkan dari sejumlah tempat.

Timbul dan anjing yang akan dikremasi di tempat ini sebelumnya akan dibersihkan terlebih dahulu. Semua kotoran yang menempel akan dibersihkan dengan air dan kapas. Tidak lupa parfum disemprotkan pada seluruh bagian tubuh. Tujuannya untuk mengurangi bau yang ditimbulkan dari jasad.

Sebelum dibersihkan, anjing tersebut ditimbang terlebih dahulu. Hal ini untuk menentukan berapa biaya kremasi yang harus ditanggung.  Selesai dibersihkan Timbul dibawa ke ruang doa atau kapel. Di tempat ini, Vitri bersama suami, kedua putrinya, dan ditemani Ibu Roberti Endang mendoakan Timbul secara Kristen. Selain mendoakan, tempat ini seolah menjadi ruang perpisahan. Ruang untuk menumpahkan kesedihan karena ditinggal hewan yang dicintainya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/SnutLs-4tvAKlEP5Y1UfUjsyjWw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fc567b49a-a207-4a7f-813c-c22c449cb8ea_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Doa Bersama

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/_zCrRvYahPAEFQzyQ39MoJARKFo=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F388e30ac-3a4f-4fe7-a981-0be3e60e19fa_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Ciuman Terakhir

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/FzVSpg532g_Rp3wrMzD_0kVd0QQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F3532761e-95c2-42ef-89be-6f0f1375f96e_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Jabatan Terakhir

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/nihri-0v5syjB7bOxZLt_ZnHkE8=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Ff6fcbf1d-0a59-4dd1-bad8-321e95e71b75_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Bulu Kenangan

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Zs0oRVdfN4CeHjKoV-iUJEwy5rU=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F63dfc8da-4cd8-4af8-8c8b-15ebc89d3f60_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Menuju Ruang Kremasi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/g6n6eojJryXfY3KnQEmMICP5pEQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F67282b4f-8a98-4f7e-8cff-9a50fa3df320_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Doa Jelang Kremasi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qtm91PavND2xx9XsOyGAW_BbgYM=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fe83471a4-d492-4a99-a3fd-655e6c0e6764_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Bunga Terakhir

Setelah didoakan, Timbul dibawa ke tungku pembakaran. Tungku dengan ukuran lebar dan tinggi sekitar 1,5 meter ini dibuat dari batu bata dengan pintu dari besi baja yang kuat menahan panas hingga 2000 derajat celsius.

Butuh waktu satu jam untuk selesai mengkremasi Timbul. Waktu yang tergolong cepat untuk berat anjing 10 kg. ”Ini termasuk cepat. Biasanya lebih dari satu jam untuk berat 10 kg. Mungkin karena Timbul diperlakukan dengan baik dan dicintai, makanya proses kremasinya cepat,” kata Endang.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-kxFLSzNCby0h5pUhHIPpYsqeXU=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F174c51a6-b5cc-41b1-94df-0df231ffb194_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Salam Terakhir

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/wO-FAi-R8_xfffS9ySBqo7uoYkA=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fae45ef5d-2ada-440d-affe-fca0b1b17943_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Tangis pecah

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/C56xu3RN_vzpeQYndrlUgmGMufI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fee1a4b93-4ec5-43d4-8dcf-38e4b3704fcb_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Operator

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qH_Z0Da3rh4Hvqw338tfURHtcPw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fc399320f-4714-479b-87b1-79cde7edb855_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Ruang pembakaran

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/MTxezjpPBj52T0ovNtnI8Swsbxo=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fe04f3482-fce3-4798-8b9f-ec69e635690d_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Setia Menunggu

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/3hRKrByMIgVypcyptUoK2qlderc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F3e874466-bb68-4d1b-a963-91a70b157ecf_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Tulang-tulang Putih

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/UHcRNlSdG6TlRmwnSVDfWdxMM9U=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Fdccc4d03-8bb0-41a8-be55-f6c3f0116b61_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Ditumbuk dan Dihaluskan

Selesai dikremasi, tulang-tulang yang telah berwarna putih kemudian ditumbuk dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan. ”Terima kasih Timbul untuk jasamu selama 4,5 tahun menemani kami. Mohon maaf jika kurang baik saat memeliharamu,” ucap Vitri lirih sembari menutup wadah abu.

Selamat jalan sahabat baik....

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/muUlIlfJ8w7bCcVDpl34YpaoyHU=/1024x746/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2Ff243d0eb-4835-4fb9-9e6b-819e67394682_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Tempat abu

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/bghoxaRleWnYUjN4hexzN-1qilQ=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2FIMG-1296_1626317658.jpg
ARSIP BERNADETTA VITRI

Timbul (kiri) semasa hidupnya saat berpergian bersama keluarga Vitri

Memuat data...
Memuat data...