logo Kompas.id
MetropolitanPolemik Rencana Pengelolaan Sampah Antara di Taman Tebet

Polemik Rencana Pengelolaan Sampah Antara di Taman Tebet

Walhi Jakarta menolak pembangunan FPSA di Taman Tebet karena berpotensi menambah beban polusi udara Jakarta. DKI berpendapat pengelolaan sampah antara ini akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Bantar Gebang.

Oleh Helena F Nababan
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Warga membersihkan botol plastik bekas yang berhasil dikumpulkan di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, sebelum dijual kepada pengepul untuk didaur ulang, Rabu (2/6/2021).

Di luar urusan penanggulangan pandemi Covid-19, ada isu lain yang cukup hangat di Jakarta. Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Jakarta menolak rencana Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membangun fasilitas pengelolaan sampah antara di Taman Tebet, Jakarta Selatan. Penolakan disampaikan karena fasilitas tersebut menggunakan teknologi insinerator yang membakar sampah sehingga dikhawatirkan menambah pencemaran udara.

Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, melalui keterangan tertulis, Minggu (8/8/2021) kemarin, menjelaskan, rencana pendirian fasilitas pengeloaan sampah antara (FPSA) diketahui dari pelaksanaan konsultasi publik soal rencana pembangunan FPSA di Kelurahan Tebet Barat, Kamis (5/8/2021). Konsultasi publik tersebut, berdasarkan informasi, merupakan tindak lanjut dari permohonan PT Envitek Indonesia Jaya terkait jadwal konsultasi publik rencana FPSA oleh PUD Sarana Jaya sebagai pemrakarsa.

Editor: nelitriana
Bagikan
Memuat data..