logo Kompas.id
MetropolitanSelama Pandemi, 625 Karyawan...

Selama Pandemi, 625 Karyawan Transjakarta Terpapar Korona

Sebanyak 14 karyawan Transjakarta juga dilaporkan meninggal karena Covid-19. Meski demikian, PT Transjakarta menyatakan, perusahaan selalu mematuhi aturan yang berlaku serta rutin ada tes PCR dan antigen untuk karyawan.

Oleh
Helena F Nababan
· 2 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/UN_uuiReMyBHjVkcvM0onwFGBuw=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F3c8d0f68-dfc3-44c4-9576-1d52a65b11d6_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Calon penumpang menunggu kedatangan bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, pada hari pertama pemberlakuan PPKM darurat, Sabtu (3/7/2021). Saat PPKM darurat, angkutan umum hanya bisa mengangkut maksimal 70 persen dari kapasitas. 

JAKARTA, KOMPAS — Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo memaparkan, sepanjang pandemi Covid-19 di Indonesia, 625 karyawan perusahaan angkutan umum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu terpapar Covid-19. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal.

Dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (27/7/2021), Sardjono menerangkan, 625 orang tersebut merupakan karyawan yang bertugas baik di kantor maupun lapangan, yang terinfeksi virus korona jenis baru SARS-CoV-2 sejak Maret 2020 hingga Senin (26/7/2021) pukul 17.00.

”Total kasus selama pandemi ini ada 625 kasus dengan kasus yang masih aktif per Senin ada 201,” kata Sardjono.

Presiden KSPI Said Iqbal menduga kematian mereka akibat proteksi keselamatan dari perusahaan terhadap pegawainya di masa pandemi rendah.

Dari 201 kasus yang masih aktif, 190 orang sedang isolasi mandiri di rumah, 7 orang isolasi di fasilitas kantor, 2 orang isolasi di fasilitas kesehatan, dan 2 orang dirawat di rumah sakit.

”Yang meninggal secara keseluruhan 14 orang. Rate-nya 2,24 persen secara kasus total dibanding dengan 625 kasus,” kata Sardjono lagi.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/MDsB1FwGsxFfhdmXCVlPOzpHv1s=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2F329cb623-4edb-4fa9-b3e6-3cf0c0698a45_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Puluhan bus Transjakarta melakukan transit di Halte Bus Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (2/7/2021).

Sementara dari 625 karyawan yang terpapar, mereka berasal dari lima divisi. Tertinggi adalah divisi pelayanan dengan persentase 41,6 persen dari total kasus. Divisi pelayanan Transjakarta terdiri dari petugas layanan halte (PLH) dan petugas layanan bus (PLB).

Kemudian 37,3 persen berasal dari unit swakelola pramudi atau portofolio bisnis dan pelayanan; 9,2 persen dari divisi operasi bus; 8,1 persen dari divisi keamanan; serta 3,8 persen dari divisi pengembangan dan pemeliharaan prasarana.

Baca juga: Mobilitas Kendaraan di Jakarta Kembali Tinggi Selama PPKM Darurat

Konferensi pers secara daring itu juga menjadi penjelasan resmi dari PT Transjakarta atas pernyataan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). KSPI mencatat, 20 pegawai PT Transjakarta meninggal karena Covid-19. Presiden KSPI Said Iqbal menduga kematian mereka akibat proteksi keselamatan dari perusahaan terhadap pegawainya di masa pandemi rendah.

Melihat paparan yang tinggi, pihak Transjakarta memastikan perlindungan kepada karyawan. Perusahaan menyiapkan tes usap PCR per hari terhadap 200-300 orang.

Demikian juga dengan tes pelacakan. Sardjono mencontohkan, begitu ada kasus direktur teknik terkena Covid-19 dan beberapa karyawan juga kena, lebih kurang 1.200 karyawan menjalani tes usap PCR di kantor.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/WgbJycqAN1J5Ug03ugXMCESvHZ8=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2Ff93151dc-882a-46a2-8136-ef5430b7b6ce_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Para pekerja antre memasuki halte bus Transjakarta di kawasan Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Selanjutnya, karena dari rincian 625 kasus itu paling banyak ada di divisi pelayanan, Sardjono meminta setiap PLH dan PLB aman lebih dahulu, yaitu menggunakan masker. Kemudian juga menjaga jarak dan mencuci tangan.

Upaya tes antigen acak untuk identifikasi dini, menurut Sardjono, juga dilakukan supaya bisa melakukan penanganan. Untuk karyawan divisi pelayanan juga diterapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dan bekerja dari kantor (WFO).

Baca juga: Transportasi Umum Beroperasi dengan Pembatasan Kapasitas Selama PPKM Darurat

Editor:
nelitriana
Bagikan