logo Kompas.id
MetropolitanKeterisian RS di DKI...
Iklan

Keterisian RS di DKI Mengkhawatirkan, Isolasi Mandiri Jadi Pertimbangan

Saat terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala, dengan situasi keterisian faskes penuh, bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan pendampingan ”telemedicine”.

Oleh
Helena F Nababan
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/eXNlhgfxdjkh2fyFKGA_GbsStbI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F2d12f7ca-4c97-4a1a-a6fc-a7a5aa79cef2_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Petugas mempersiapkan tabung oksigen di ruangan Poli di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Hingga Senin (21/6/2021), keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR) di 106 rumah sakit rujukan di DKI Jakarta sudah mencapai 90 persen, sedangkan keterisian tempat tidur ICU mencapai 81 persen. DKI Jakarta terus berupaya menambah kapasitas tempat tidur meskipun penambahan kasus lebih cepat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU. Sebelumnya, di awal Juni 2021, tempat tidur isolasi sebanyak 8.000 unit. Sekarang sudah 9.000-an unit.

Editor:
gesitariyanto
Bagikan