logo Kompas.id
MetropolitanWaspada Penularan akibat Kerumunan di McDonald’s

Waspada Penularan akibat Kerumunan di McDonald’s

Kemarin, publik dikejutkan dengan antrean minus jaga jarak di gerai McDonald’s. Demi menekan penularan Covid-19, tingkatkan disiplin protokol kesehatan dan pengetesan.

Oleh Helena F Nababan/Aguido Adri
· 3 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Petugas gabungan Satgas Covid-19 memasang stiker penutupan sementara di gerai McDonald’s Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata ada penambahan 1.000 kasus positif Covid-19 per hari di Jakarta. Di tengah kasus yang meningkat, gerai makan cepat saji menawarkan menu baru yang menarik konsumen untuk antre membelinya dan menimbulkan kerumunan. Akibat pelanggaran protokol kesehatan tersebut, 32 gerai dijatuhi sanksi oleh Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta.

Arifin, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Rabu (8/6/2021), membenarkan sudah terjadi kerumunan di sejumlah gerai McDonald’s. Kerumunan didominasi oleh pengojek daring yang melayani pemesanan makanan secara daring.  Padahal, berkerumun dilarang demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

”Untuk setiap pelanggaran, pasti ada penindakan. Kalau ada kerumunan, tidak mampu mengendalikan protokol kesehatan di setiap usaha, pastinya kami berikan penindakan,” katanya.

Tempat-tempat yang ada kerumunan seperti yang terjadi di gerai-gerai McDonald’s berpotensi terjadi penularan Covid-19. (Dwi Oktavia)

Penindakan itu merupakan pengawasan secara langsung, yaitu dari pengaduan masyarakat melalui laporan di media sosial dan media massa.

Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Poster promosi menu baru terpasang di pintu masuk restoran cepat saji McDonald’s Green Garden, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).

Dari koordinasi dengan satpol PP di lima wilayah kota di Jakarta, 20 gerai McDonald’s ditutup dengan keterangan ditutup selama 1 x 24 jam serta 3 x 24 jam. Sebanyak 12 gerai lain mendapat teguran tertulis dan hanya dua gerai yang lolos dari sanksi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta membenarkan adanya penutupan gerai makanan cepat saji itu dan sudah ada penindakan. Data yang direkap Pemprov DKI Jakarta menyebutkan, penutupan gerai terjadi di lima wilayah Ibu Kota.

Baca juga: Memicu Kerumunan, DKI Jatuhkan Sanksi kepada 32 Gerai McDonald’s

Secara terpisah, Sutji Lantyka, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia, dalam keterangan tertulisnya menyatakan, ”Kami sangat berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang sangat besar akan BTS Meal. Perihal penutupan sementara beberapa gerai McDonald’s, keselamatan dan keamanan konsumen dan pelanggan adalah prioritas McDonald’s Indonesia,” tulis Sutji.

Penutupan dilakukan untuk sementara waktu demi menghindari kerumunan antrean lantatur (drive thru) dan pembelian pesan antar. ”Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini kami memberlakukan buka tutup order pada platform pemesanan untuk menghindari penumpukan antrean dan terus mengimbau seluruh pihak untuk menjaga dan menaati protokol kesehatan sesuai aturan,” katanya.

Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Antrean panjang pengemudi ojek daring yang akan mengambil pesanan pelanggan di restoran cepat saji McDonald’s Green Garden, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).

Sutji menambahkan, produk dari waralabanya masih tersedia di lain hari. Karena itu, pelanggan tidak perlu tergesa.

Baca juga: Jakarta Siaga Lonjakan Kasus

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menegaskan, tempat-tempat yang ada kerumunan, seperti yang terjadi di gerai-gerai McDonald’s, berpotensi terjadi penularan Covid-19. Apalagi kalau ada yang positif. ”Itu sebabnya masyarakat tetap harus menerapkan protokol 3M sekalipun sudah divaksin,” katanya.

Kerumunan di gerai McDonald’s tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota lain di Indonesia. Kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19 patut ditingkatkan.

Perbanyak tes

Seperti halnya di Jakarta, Kota Bogor, Jawa Barat, juga sedang menghadapi kenaikan kasus Covid-19. ”Dalam sepekan terakhir, ada penambahan kasus 46 persen dibandingkan dengan pekan lalu. Dari angka 189 kasus menjadi 277 kasus per minggu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno.

Upaya tracing, treatment, dan testing (3T) agar kasus tidak menyebar luas digenjot. Di kluster perumahan Griya Melati, Bubulak, petugas melakukan tes PCR terhadap 660 orang setelah ada temuan awal 5 kasus positif. Di kluster Pondok Pesantren Bina Madani, petugas 453 orang dites PCR seusai temuan awal 33 kasus positif.

Memuat data...
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Warga melintasi sekitar Puskesmas Kayu Manis, Kota Bogor, Jawa Barat, yang untuk  sementara berhenti beroperasi, Rabu (9/6/2021).

Editor: Neli Triana
Bagikan
Memuat data..