logo Kompas.id
MetropolitanJangan Serahkan Sertifikat Tanah Milik Anda!

Jangan Serahkan Sertifikat Tanah Milik Anda!

Sebagai barang bernilai, sertifikat tanah menjadi incaran mafia tanah. Para pemilik tanah mesti mewaspadai celah masuk mafia tanah.

Oleh BENEDIKTUS KRISNA YOGATAMA/KURNIA YUNITA RAHAYU/AGNES RITA SULISTYAWATY
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Suasana rumah di Jalan Sekolah Duta, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021). Polisi tengah mengusut aksi mafia tanah pimpinan AS yang diduga mengubah data sertifikat kepemilikan rumah ini.

JAKARTA, KOMPAS — Salah satu hal terpenting mencegah menjadi korban mafia tanah adalah dengan tidak membiarkan sertifikat tanah berpindah tangan kepada pihak lain dengan alasan apa pun. Saat dipegang pihak lain, sertifikat rawan digandakan atau dibalik nama menjadi milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik asli. Sertifikat palsu itulah yang kemudian dimanfaatkan pelaku mafia tanah untuk meraup keuntungan pribadi.

Pelaku mafia tanah yang berpura-pura sebagai pembeli biasanya meminjam sertifikat tanah dengan alasan mengecek keaslian sertifikat itu di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) daerah setempat. Langkah ini lumrah karena pembeli memang perlu memastikan keabsahan sertifikat. Begitu pula dengan notaris yang akan membuat akta terkait pembelian properti ini.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Khaerudin Khaerudin, Haryo Damardono
Bagikan
Memuat data..