logo Kompas.id
MetropolitanSayang, Ganjil-Genap di Kota Bogor Berakhir

Sayang, Ganjil-Genap di Kota Bogor Berakhir

Sangat disayangkan sistem ganjil-genap pada akhir pekan di Kota Bogor yang dinilai mampu menunjukkan tren penurunan kasus positif Covid-19 tidak dilanjutkan. Jika tidak ada pengawasan ketat, kasus positif kembali naik.

Oleh AGUIDO ADRI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Papan penunjuk pemisah arus kendaraan di pos penyekatan lalu lintas di Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, saat penerapan ganjil genap di wilayah Kota Bogor, Minggu (14/2/2021). Penerapan pengaturan arus lalu lintas ganjil genap dalam rangkaian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bogor telah dilakukan lima kali, yaitu Sabtu (6/2/2021), Minggu (7/2/2021), Jumat (12/2/2021), dan Minggu (14/2/2021). Pemerintah Kota Bogor menilai penerapan ganjil genap efektif membatasi mobilitas warga selama PPKM.

BOGOR, KOMPAS — Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, memutuskan tidak melanjutkan kebijakan ganjil-genap selama dua pekan ke depan. Keputusan ini untuk memberikan kesempatan peningkatan dan pertumbuhan ekonomi. Meski ganjil-genap ditiadakan, warga diminta untuk tetap disiplin dan ketat menjalankan protokol kesehatan agar kasus positif tidak kembali melonjak.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berdasarkan data angka kasus positif Covid-19, angka kesembuhan, angka kematian, hingga tingkat keterisian rumah sakit rujukan, menunjukkan tren yang semakin membaik. Tren yang semakin membaik dari dimensi kesehatan ini tidak lepas dari kebijakan PPKM mikro dan ganjil genap. Begitu pula dengan mobilitas warga dan kendaraan menunjukkan tren penurunan.

Editor: hamzirwan
Bagikan