logo Kompas.id
MetropolitanBencana Puncak dan Bekasi, Peringatan agar Jabodetabek Segera Berbenah

Bencana Puncak dan Bekasi, Peringatan agar Jabodetabek Segera Berbenah

Berbagai bencana yang terjadi Jabodetabek tidak terlepas dari banyak alih fungsi lahan, di antaranya kawasan lindung menjadi kawasan budidaya atau penerbitan izin yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang.

Oleh Stefanus Ato dan Aguido Adri
· 1 menit baca

Dua pekan terakhir, banjir bandang melanda kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, diikuti banjir yang merendam sebagian Kota Bekasi di Jawa Barat. Kembali masalah kekacauan tata ruang mencuat dan diyakini memicu kedua peristiwa tersebut. Di Gunung Mas, warga diminta tidak lagi tinggal di sekitar lokasi bencana, sementara rekomendasi sanksi diberikan kepada pengembang salah satu permukiman di Bekasi.

Berdasarkan kajian tim IPB University, banjir bandang yang menerjang dua kampung di Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021), akibat longsor di gunung anakan Pangrango. Longsor susulan berpotensi terjadi jika turun hujan berintensitas tinggi.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Ernan Rustiadi mengatakan, LPPM bersama Tim Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB, pada 21-23 Januari, mengkaji penyebab tanah longsor yang mengakibatkan banjir bandang di Kampung Blok C dan Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, sebanyak empat kali dalam waktu satu hari.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Neli Triana
Memuat data..