logo Kompas.id
β€Ί
Metropolitanβ€ΊMerintis Ketahanan Pangan di...
Iklan

Merintis Ketahanan Pangan di Ibu Kota

Harus ada kegiatan praktik, bahkan kebijakan politik minimal dari pemerintah daerah untuk mengarahkan warga membuka alternatif pangan pokok selain beras.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/LcB0RH6ucwSKw1p6FZBcSQ5q7uE=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2FIMG_20201112_090717_1605187145.jpg
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya Kementerian Pertanian untuk Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Adian Sudiana menunjukkan kebun sayur hidroponik kubis keriting atau kale di Rawakerbau, Kamis (12/11/2020).

Kemampuan mengenali dan mengakses ragam bahan pangan serta pengetahuan dan keterampilan mengolahnya termasuk syarat ketahanan pangan. Masyarakat perkotaan yang identik dengan kehidupan yang sibuk cenderung mengonsumsi makanan siap saji dengan tingkat keragaman rendah. Akibatnya, definisi ketahanan pangan di wilayah Ibu Kota sekalipun belum bisa terpenuhi.

Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian tahun 2019, DKI Jakarta memiliki skor ketahanan pangan 68,87. Setiap provinsi dengan kumulasi nilai di atas 6 diartikan memiliki ketahanan pangan yang baik. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Bambang Purwanto menuturkan bahwa Jakarta memang tidak pernah mengalami krisis pangan karena bahan segar ataupun olahan tersedia mulai dari pasar besar hingga warung-warung di akar rumput (Kompas.id, 12 November 2020).

Editor:
nelitriana
Bagikan