logo Kompas.id
MetropolitanMempertanyakan Kerumunan Warga Saat Penegakan Protokol Kesehatan

Mempertanyakan Kerumunan Warga Saat Penegakan Protokol Kesehatan

Operasi untuk mendisiplinkan protokol kesehatan pada praktiknya berpotensi menularkan Covid-19 lewat kerumunan. Warga yang terjaring operasi mempertanyakan beberapa hal yang ganjil pada pelaksanaannya.

Oleh ADITYA DIVERANTA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Warga yang terjaring Operasi Yustisi 2020 Pencegahan Covid-19 berdebat dengan petugas satuan polisi pamong praja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan Covid-19 menimbulkan kerumunan antara warga dan aparat berwenang. Kalangan ahli kesehatan masyarakat mengingatkan agar kerumunan itu jangan sampai terjadi demi mencegah risiko penularan Covid-19.

Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, menekankan, protokol kesehatan tidak hanya tentang memakai masker, tetapi juga menjaga jarak fisik yang aman saat beraktivitas. Dalam praktik di lapangan, pemeriksaan justru kurang memperhatikan jarak fisik.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Andy Riza Hidayat
Bagikan
Memuat data..