logo Kompas.id
MetropolitanMenjalani Ramadhan yang...

Menjalani Ramadhan yang Berbeda dari Biasanya

Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Kegiatan di luar rumah yang melibatkan orang banyak sementara dihindari warga. Pada kondisi ini, ibadah menjadi lebih personal.

Oleh
Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Hxg7Y7xI4PyXO4jqrruYKCulAGc=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F04%2F0875af04-03dc-4206-ba04-9755c8196940_jpg.jpg
Kompas/Yuniadhi Agung

Pedagang takjil di pinggir jalan kawasan Kreo, Kota Tangerang, Sabtu (25/4/2020). Pada bulan Ramadhan, banyak warga yang berpuasa membeli makanan dan minuman untuk berbuka dari pedagang dadakan di pinggir jalan. Takjil favorit adalah gorengan dan aneka minuman es.

Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. Kemeriahan ibadah jauh berkurang dari biasanya. Ibadah Ramadhan kali ini dihadapi dengan rasa keprihatinan dan kewaspadaan pada paparan virus korona baru SARS-Cov-2.

Meski suasana pandemi belum berhenti, sebagian warga berusaha hikmat menjalani ibadah di bulan suci. Kehikmatan ini diwujudkan meskipun ibadah dipusatkan di rumah-rumah. Ibadah terasa lebih personal karena warga menghindari kerumunan dalam jumlah besar.

Editor:
Andy Riza Hidayat
Bagikan