logo Kompas.id
MetropolitanPembangunan Trotoar Abaikan...

Pembangunan Trotoar Abaikan Soal Pemeliharaan Saluran Air

Kemudahan membuka tutup saluran air penting untuk kecepatan penanganan genangan dan banjir. Dari bak kontrol di depan Kantor YLBHI, misalnya, pekerja mendapati ada sampah dan material yang cukup menyumbat aliran air.

Oleh
J Galuh Bimantara
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/JgebQETtLMD6_yRTakmlxQxTx9U=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F02%2F709b6ac6-08ad-44ca-aa6c-413a0d5fae51_jpg.jpg
KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA

Petugas dengan susah payah membuka tutup saluran air, Minggu (23/2/2020), di trotoar Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, tepatnya depan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (kaus hijau tua) memperhatikan para petugas.

JAKARTA, KOMPAS — Pembangunan trotoar di sejumlah ruas jalan di Jakarta terbukti mengabaikan pemeliharaan saluran air di bawahnya, yang strategis untuk menekan risiko genangan dan banjir. Anggota DPRD DKI menilai koordinasi antara dinas bina marga dan dinas sumber daya air lemah.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi melakukan inspeksi mendadak terhadap lubang bak kontrol saluran air di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, tepatnya depan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, pada Minggu (23/2/2020) sore. Ia mendapati bahwa dua pelat beton tutup bak kontrol tercor dengan trotoar sehingga tidak bisa dibuka petugas.

Editor:
nelitriana
Bagikan