logo Kompas.id
MetropolitanEmosi Berujung Penganiayaan

Emosi Berujung Penganiayaan

JAKARTA KOMPAS &mdash Pakar teknologi informasi dari ITB Hermansyah 46 dianiaya sejumlah orang bersenjata tajam hingga luka parah di Jalan Tol Jagorawi Kilometer 6 Jakarta Timur Minggu 97 dini hari Polisi menduga penyebab penganiayaan adalah emosi akibat senggolan mobilKepala Polres

· 4 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Pakar teknologi informasi dari ITB, Hermansyah (46), dianiaya sejumlah orang bersenjata tajam hingga luka parah di Jalan Tol Jagorawi Kilometer 6, Jakarta Timur, Minggu (9/7) dini hari. Polisi menduga penyebab penganiayaan adalah emosi akibat senggolan mobil.Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo mengimbau jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa kasus tersebut terkait kegiatan korban. "Peristiwa itu insiden. Bukan by design. Mungkin karena senggolan lalu marah," kata Andry.Korban adalah pakar teknologi informasi yang menyatakan konten percakapan mesum dan pornografi yang menyebabkan pemimpin FPI Rizieq Shihab dan Firza Husein menjadi tersangka adalah palsu. "Kita harus berpikir logis. Masak cepat sekali disimpulkan seperti itu. Bisa saja akibat kesal sama orang lain karena kelakuannya di jalan. Setelah pelaku ditangkap baru diketahui apa pemicunya, apa yang menjadi motifnya," kata Andry.Menurut Andry, dia memerintahkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur dan jajarannya mencari dan menangkap pelaku. Kapolres meminta masyarakat bersabar dan memberi kesempatan polisi bekerja. "Mereka (polisi) tidak boleh pulang. Kejar pelaku ke mana pun. Dalami setiap informasi. Pulang harus bawa tersangka," lanjutnya. Penjabat Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus menuturkan, kronologi kejadian adalah korban dan adiknya mengendari dua mobil beriringan di Jalan Tol Jagorawi Kilometer 6 antara Taman Mini dan Jalan Lingkar Luar Jakarta sekitar pukul 04.00. Mereka dalam perjalanan dari Jakarta hendak pulang ke Depok. Di tengah perjalanan mobil yang dikendarai adik korban kejar-kejaran lalu bersenggolan dengan mobil sedan. Menurut Firdaus, korban yang mengendarai mobil Toyota Avanza B 1086 ZFT bermaksud membantu adiknya dan mengejar mobil sedan yang menyenggol mobil adiknya. Kemudian, dari belakang muncul mobil Honda Jazz yang diduga teman pengendara mobil sedan. Pengemudi Honda Jazz memepet mobil korban. "Di sekitar Kilometer 6 mobil korban dipepet lalu pelaku menyuruh korban keluar dari mobil. Setelah turun, korban diserang sekitar lima orang yang salah satu di antaranya membawa senjata tajam," kata Firdaus.Firdaus mengatakan, penganiayaan itu menyebabkan korban luka parah di kepala, leher, dan tangan. Peristiwa itu disaksikan istri korban, Irina. Korban dalam kondisi berlumuran darah ditolong petugas Jasa Marga lalu dibawa ke RS Hermina Depok. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Metro Jakarta Timur karena TKP masuk wilayah Jakarta Timur. Istri korban membuat laporan di sana," ujarnya.Hingga Minggu malam, polisi terus menginvestigasi kasus ini, termasuk memproses barang bukti, yaitu mobil korban yang penuh bercak darah. Kondisi korban masih dalam perawatan dan pengawasan medis. Ditembak polisiSecara terpisah, Tim Subdit Resmob dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan tempat persembunyian salah satu pelaku pencurian kendaraan bermotor yang menewaskan Italia Chandra Kirana Putri (23). Italia, warga Perum Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, ditembak di depan rumahnya, Senin (12/6) siang, setelah memergoki pelaku hendak mencuri sepeda motor. Italia mengejar dan melempar pelaku dengan sapu lidi. Pelaku lalu menembak Italia di dadanya.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Herianto Adi Nugroho mengatakan, pelaku bernama S (25) ditangkap di Lampung Selatan, Minggu siang. S mencoba melawan dengan senjata api sehingga polisi menembak. Nyawa S tidak tertolong. "S adalah eksekutor yang menembak Italia. Dia orang yang pakai helm. Satu pelaku lagi yang tidak pakai helm masih dikejar," kata Rudy.Saat konferensi pers di Bandar Lampung, kemarin, Rudy mengatakan, S ditembak mati pada Minggu sekitar pukul 14.00 saat penyergapan di jalan, tepatnya di Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. S yang merupakan warga Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, tewas dengan luka tembakan di bagian dada.Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti senjata api rakitan, lima peluru, senjata tajam, dan beberapa kunci T yang digunakan untuk mencuri sepeda motor. Direktur Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Heri Sumarji mengatakan, pihaknya siap membantu menangkap pelaku kriminal yang bersembunyi di Lampung.(VIO/WAD)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..