logo Kompas.id
MetropolitanPermintaan Berkurang, Harga Sayur Turun

Permintaan Berkurang, Harga Sayur Turun

JAKARTA KOMPAS &mdash Stok yang berlimpah dan jumlah pembeli yang berkurang membuat harga sayur di Pasar Induk Kramatjati Jakarta Timur mengalami penurunan Kamis 296 Namun distribusi yang belum merata ke pasar tradisional lainnya membuat harga beberapa jenis sayur justru naikDi Pasar I

· 2 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Stok yang berlimpah dan jumlah pembeli yang berkurang membuat harga sayur di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, mengalami penurunan, Kamis (29/6). Namun, distribusi yang belum merata ke pasar tradisional lainnya membuat harga beberapa jenis sayur justru naik.Di Pasar Induk Kramatjati, harga sayur cenderung turun dengan kisaran Rp 1.000 hingga Rp 10.000 per kilogram (kg). Harga kol pada Sabtu (24/6) Rp 5.000 per kg turun menjadi Rp 4.000 per kg, kembang kol dari Rp 16.000 per kg menjadi Rp 13.000 per kg, sawi putih dari Rp 6.000 per kg menjadi Rp 5.000 per kg, dan buncis dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 9.000 per kg.Wortel dari Rp 8.500 per kg menjadi Rp 6.000 per kg, tomat dari Rp 7.000 per kg menjadi Rp 6.000 per kg, bawang merah dari Rp 27.000 per kg menjadi Rp 26.000 per kg, cabe keriting dari Rp 16.000 per kg menjadi Rp 12.000 per kg, dan cabe rawit merah dari Rp 34.000 per kg menjadi Rp 24.000 per kg.Penurunan harga itu, menurut anggota Staf Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Pasar Induk Kramatjati Suminto, adalah karena stok yang banyak, sementara pembeli masih sedikit. "Tidak ada kenaikan harga, semua normal. Justru cenderung turun karena pembeli dan pasar eceran belum aktif karena libur Lebaran. Di Los G dan H banyak cabe menumpuk," kata Suminto.Namun, kenyataan berbeda terjadi di pasar tradisional yang menjual secara eceran. Harga sayur justru naik tajam. Di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, harga kacang panjang naik dari Rp 10.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg, tomat naik dari Rp 7.000 per kg jadi Rp 12.000 per kg.Siswanto, pedagang sayur, mengatakan, harga bawang putih kating naik dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 80.000 per kg. "Bawang putih stoknya sangat banyak di pasar induk, tetapi semuanya belum dibuka dari kemasannya yang besar-besar. Kalau dibuka pun itu harus dibersihkan dulu," kata Siswanto.Kebutuhan pokok stabilHarga bahan kebutuhan pokok cenderung stabil karena stok melimpah dan barangnya tahan lama. Di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, minyak goreng curah stabil di harga Rp 12.500 per kg, tepung terigu biasa Rp 6.000 per kg, dan gula pasir Rp 13.000 per kg. Di Pasar Ciputat, harga beras dari Karawang dengan kualitas rendah stabil di harga Rp 7.500 per kg dan yang berkualitas bagus dijual Rp 10.000 per kg. (D01/D13)

Editor:
Bagikan
Memuat data..