logo Kompas.id
MetropolitanDag-dig-dug Petugas TPS

Dag-dig-dug Petugas TPS

Zulfikri 37 membuka-buka buku panduan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Ia berkali-kali berhenti di halaman di mana ada foto surat keterangan perekaman KTP elektronikSebagai anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara 06 Kelurahan Grogol Utara Kebayoran Lama Jakarta Selatan Zulfikri berul

· 3 menit baca

Zulfikri (37) membuka-buka buku panduan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Ia berkali-kali berhenti di halaman di mana ada foto surat keterangan perekaman KTP elektronik.Sebagai anggota KPPS di Tempat Pemungutan Suara 06, Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Zulfikri berulang kali melontarkan pertanyaan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Grogol Utara, I'in Cariyah, terkait surat keterangan itu. "Kalau tidak yakin, surat keterangan ini dikuatkan dengan kartu keluarga, ya, kan, Bu?" katanya, Selasa (7/2).Zulfikri sudah pernah menjadi KPPS dalam Pemilu Presiden 2014. Namun, untuk pilkada serentak yang pertama ini, ada beberapa hal baru yang harus ia pastikan.Selain soal surat keterangan, ada formulir daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar absen pemilih tambahan (APTb) yang perlu ia pelajari. Formulir DPTb dan APTb ini nantinya diperuntukkan bagi orang-orang yang tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di wilayahnya tetapi akan memberikan hak suara di sana. Setiap TPS hanya memperoleh 10 formulir DPTb.Ketiganya merupakan hal baru dalam Pilkada DKI Jakarta ini. Sebelumnya, persyaratan data kependudukan tak seketat sekarang. Zulfikri tak terlalu khawatir soal keaslian surat keterangan sebab ia mengenal lebih dari 350 warga di DPT TPS itu. Hanya saja, ada kekhawatiran akan ada orang tak dikenal dan tak tercantum di DPT datang untuk memberikan suara. "Khawatirnya, sih, kalau ternyata banyak orang begitu yang punya KTP elektronik wilayah sini tak masuk DPT, terus datang mau kasih suara di sana. Khawatir kurang saja. Namun, semoga saja, sih, tidak terjadi," katanya.Selain itu, sepekan terakhir, KPPS juga berkoordinasi dengan kepolisian. Nantinya, satu polisi menjaga lima TPS.Zulfikri dan semua petugas KPPS bekerja kendati belum menerima honor. Untuk anggota KPPS, disediakan honor Rp 500.000 per orang, sedangkan untuk ketua KPPS Rp 550.000 per orang. Menurut rencana, honor diterimakan pada H-1 bersamaan dengan dana pembuatan TPS. Untuk satu TPS, biayanya Rp 6.135.000, terdiri dari biaya sewa tenda hingga uang makan.Kendati demikian, ia tak menganggap pekerjaan itu berat. Cuaca burukAntisipasi atas cuaca buruk juga dilakukan Zulfikri dan timnya dengan memilih satu rumah yang akan digunakan untuk memindahkan TPS jika terjadi hujan dan angin kencang. Beragam persiapan juga dilakukan KPPS di TPS 05 Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara. Hery Murdawanto (41), anggota 4 KPPS TPS ini, menyatakan, TPS akan didirikan di sebuah gang selebar lebih kurang 4 meter. Tim sudah memesan satu tenda berukuran 9 meter x 3,5 meter. Lokasi TPS cukup aman dari banjir. Jika terjadi hujan di lingkungan ini, katanya, genangan maksimal 20 sentimeter dan cepat surut. Jika hujan lebat, panitia akan mengamankan logistik pemungutan suara.TPS 05 Pademangan Timur mencakup RT 009 dan RT 010. Sebanyak 415 nama warga sudah masuk dalam DPT. Formulir C6 atau undangan memilih bagi pemilih akan disebarkan mulai Rabu (8/2). Untuk memudahkan koordinasi, semua anggota KPPS TPS 05 Pademangan Timur tergabung dalam grup Whatsapp, yang juga berisikan anggota KPPS dari TPS lain dan Panitia Pemungutan Suara dari kantor kelurahan. "Jika ada pertanyaan, kami menyampaikan di grup tersebut. Anggota PPS juga siap dihubungi," ujarnya. Hery mengatakan, sejauh pemantauannya, tidak ada warga yang akan menggunakan KTP elektronik atau surat keterangan guna mencoblos di TPS 05 karena seluruh warga sudah terdaftar di DPT. Namun, anggota KPPS siap jika ada yang menggunakannya pada pukul 12.00-13.00.Di TPS 027 Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, TPS akan didirikan di pinggir jalan di RT 001 RW 007. Saat ini, lokasi itu digunakan sebagai tempat parkir dan berjualan mi ayam. Sukirman (60), anggota KPPS TPS 027, mengatakan, pendirian tenda dilakukan pada H-2 atau H-1 sebelum pemungutan suara. (Irene Sarwindaningrum/Dian Dewi Purnamasari/J Galuh Bimantara)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..