logo Kompas.id
LinimasaBanyak “Pakar” Hepatitis Akut ...

Banyak “Pakar” Hepatitis Akut di Media Sosial

Internet mengubah semua orang jadi ahli secara instan, begitu tulis Tom Nichols dalam “The Death of Expertise (2017)”. Kini, pola serupa ditemukan dalam isu hepatitis akut.

Oleh
Yohanes Mega Hendarto
· 1 menit baca
Siswa-siswi SD di Kendari, Sultra, berbelanja makanan di kantin dekat sekolah tanpa pengawasan ketat (10/5/2022) . Kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak bermunculan di banyak tempat.
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Siswa-siswi SD di Kendari, Sultra, berbelanja makanan di kantin dekat sekolah tanpa pengawasan ketat (10/5/2022) . Kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak bermunculan di banyak tempat.

Mirip dengan awal kemunculan virus Covid-19, banyak “pakar” yang tiba-tiba muncul dan berbicara soal hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Warganet saat ini hanya dapat menduga-duga sembari mengikuti derasnya informasi di media sosial.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hepatitis akut menjadi perhatian serius sejak 5 April 2022 ketika ditemukannya 10 kasus pada anak-anak di sekitar Skotlandia. Kemudian, 8 April 2022 sebanyak 74 kasus ditemukan tersebar di Inggris.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan