logo Kompas.id
Politik & HukumPemiluMemburu Elektabilitas, Mengesampingkan Etika Politik

Memburu Elektabilitas, Mengesampingkan Etika Politik

Ikhtiar sejumlah parpol memopulerkan elite partainya melalui baliho dan ”billboard” selama dua bulan terakhir dinilai bentuk krisis etika politik. Elektabilitas mereka pun tak beranjak naik, justru cibiran yang dituai.

Oleh IQBAL BASYARI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Baliho Ketua DPR yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Puan Maharani, terpasang di Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang, Banten, Kamis (15/7/2021).

Alih-alih meningkatkan elektabilitas, ikhtiar sejumlah partai politik memopulerkan elite partainya melalui baliho dan billboard selama dua bulan terakhir justru menuai cibiran dari publik. Bagaimana tidak? Di tengah kesulitan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya, mereka justru sibuk mengampanyekan diri untuk Pemilu 2024. Ini dinilai sebagai bentuk krisis etika politik.

Sebagaimana diketahui, ada sejumlah elite parpol yang kini terus diperkenalkan ke publik melalui media luar ruang tersebut. Mereka adalah politisi PDI-P yang kini menjabat Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..