logo Kompas.id
CerpenPerahu Penjemput Arwah

Perahu Penjemput Arwah

Sudah satu jam Nakamura terjaga di kamarnya yang tak begitu luas itu. Istrinya, Hinata, tertidur pulas di sampingnya. Nakamura bangkit dan duduk di bibir ranjang dengan tubuh belakang yang gerah.

Oleh Risda Nur Widia
· 1 menit baca

Nakamura sering gelisah ketika akan tidur. Ia dapat semalaman terjaga memikirkan bayang-bayang buruk bahwa saat tertidur nanti dirinya akan terbaring pucat dalam ”reikyusha”[1] yang membawanya ke sebuah upacara ”soushiki”.[2]

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Memuat data..