MultimediaInfografikStatisTersesat akibat Polusi Suara

Tersesat akibat Polusi Suara

Oleh ANDRI RENO SUSETYO ·

Wilayah Indonesia yang berada di antara dua samudra merupakan jalur migrasi mamalia laut (Cetacea) dari utara ke selatan atau sebaliknya. Saat migras, kawanan mamalia laut ini kadang terganggu navigasinya sehingga tersesat dan terdampar di perairan dangkal. Beberapa hal yang dapat mengganggu migrasi mamalia laut adalah kebisingan akibat dari peningkatan lalu lintas kapal, penurunan kualitas air karena sedimentasi, dan pencemaran.

Memuat data...

Menurut Putu Liza Kusuma Mustika, peneliti Whale Stranding Indonesia, penyebab umum mamalia laut terdampar adalah terjebak di air surut, penyakit, predasi, kebisingan, aktivitas perikanan, tertabrak kapal, pencemaran laut, gempa dasar laut, cuaca ekstrem, blooming alga, dan badai matahari.

Pada 21 Februari 2021 terdapat 111 lumba- lumba spinner terdampar di Mozambik dan pada 22 Februari 2021 sekitar 50 paus pilot sirip panjang terdampar di Selandia Baru.

Polusi Suara di Dalam Air

Kebisingan di bawah air laut dapat menyebabkan gangguan pada mamalia laut, antara lain perilaku mencari makan, navigasi, komunikasi, peningkatan stres, peningkatan risiko terdampar yang fatal, dan kerusakan pendengaran.

Memuat data...

 

Mamalia laut menentukan keberadaan suatu benda menggunakan suara yang dipantulkan (ekolokasi). Hal ini memungkinkan hewan untuk bergerak dalam kegelapan pekat sehingga mereka dapat menavigasi, berburu, mengidentifikasi teman dan musuh, serta menghindari rintangan.

 

Memuat data...
Memuat data...
Memuat data...