FotografiKlinik FotoMenghalau Embun dalam...
UNDEFINED
Bebas Akses

Menghalau Embun dalam Pemotretan Bawah Air

Memastikan embun tidak muncul di depan lensa kamera saat memotret di bawah air merupakan salah satu faktor penentu utama dari keberhasilan pembuatan karya fotografi bawah air.

Oleh
FERGANATA INDRA RIATMOKO
· 4 menit baca

Memotret di dalam air adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan karena kita bisa mengabadikan berbagai hal yang jarang kita lihat sehari-hari saat di darat. Meski demikian, fotografi bawah air menuntut bermacam persiapan yang harus dilakukan secara teliti agar hasil pemotretan yang diinginkan tercapai.

Salah satu momok yang sering dihadapi fotografer bawah air adalah munculnya embun pada housing atau wadah kamera yang digunakan. Embun yang muncul saat menyelam dan kemudian menutupi port pada housing di depan lensa kamera akan membuat obyek di bawah air seindah apa pun menjadi tampak buruk pada hasil pemotretan.

Nelayan memberikan sebagian hasil penangkapannya untuk makanan hiu paus (<i>Rhincodon typus</i>) dari atas bagan di perairan Kwatisore, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Papua, Selasa (15/7/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Nelayan memberikan sebagian hasil penangkapannya untuk makanan hiu paus (Rhincodon typus) dari atas bagan di perairan Kwatisore, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Papua, Selasa (15/7/2017).

Warga berenang di mata air Sendang Mudal, Desa Butuh, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/3/2017). Gambar tersebut diambil menggunakan <i>housing</i> yang berembun karena sebelumnya terpapar suhu panas dalam perjalanan menggunakan mobil.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga berenang di mata air Sendang Mudal, Desa Butuh, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/3/2017). Gambar tersebut diambil menggunakan housing yang berembun karena sebelumnya terpapar suhu panas dalam perjalanan menggunakan mobil.

Gambar dari hasil pemotretan dengan housing berembun akan tampak seperti layaknya memotret dalam cuaca berkabut. Kontras pada gambar akan tampak minim dan point of interest yang ingin kita tonjolkan dalam imaji akan sulit tercapai.

Embun pada housing adalah musuh bagi aktivitas pemotretan ataupun perekaman video dalam air. Saat embun muncul dan menutup seluruh permukaan di depan lensa, sering kali fotografer atau videografer tidak dapat bekerja apa pun saat berada di kedalaman sehingga rencana penyelaman yang sudah disiapkan akan menjadi sia-sia.

Mahasiswa menikmati kejernihan air di mata air Umbul Manten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (21/3/2018). Foto yang dihasilkan dapat tampil jernih karena diambil menggunakan kamera di dalam <i>housing </i>yang tidak berembun.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Mahasiswa menikmati kejernihan air di mata air Umbul Manten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (21/3/2018). Foto yang dihasilkan dapat tampil jernih karena diambil menggunakan kamera di dalam housing yang tidak berembun.

Mengingat pemotretan di bawah air selalu terkait penyelaman yang membutuhkan biaya yang relatif tidak sedikit, penting dipastikan misi yang hendak diselesaikan tidak gagal hanya karena embun. Persiapan pra-pemotretan menjadi titik krusial yang menjadi penentu sukses atau tidaknya rencana pemotretan yang telah disusun.

Seperti yang telah diketahui, embun adalah uap air yang berubah menjadi titik-titik air. Semakin lembab udara di sekitar kita, akan semakin banyak kandungan uap air yang berpotensi terjebak di dalam housing saat kita merakit peranti pendukung kamera bawah air.

Perakitan kamera ke dalam<i> housing</i> serta pengetesan nyala lampu <i>strobe </i>dilakukan di sebuah kamar dengan penyejuk udara di Manokwari, Papua Barat, pada malam hari sebelum penyelaman, Rabu (9/8/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Perakitan kamera ke dalam housing serta pengetesan nyala lampu strobe dilakukan di sebuah kamar dengan penyejuk udara di Manokwari, Papua Barat, pada malam hari sebelum penyelaman, Rabu (9/8/2017).

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalkan kemunculan embun adalah dengan mengupayakan perakitan kamera bawah air pada lingkungan dengan udara kering. Hal itu bisa dilakukan antara lain dengan merakit di ruangan dengan penyejuk udara.

Apabila ruangan ber-AC tidak tersedia, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan memasang silika gel di dalam housing. Kemampuan bahan natrium silikat pada silika gel dalam menyerap kelembaban pada ruang tertutup dapat menjadi salah satu andalan untuk mengurangi risiko munculnya embun pada housing kamera saat menyelam.

Penyelam merekam aktivitas kawin ikan mandarin (<i>Synchiropus splendidus</i>) (kiri) saat penyelaman malam di spot Bianca, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (12/9/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Penyelam merekam aktivitas kawin ikan mandarin (Synchiropus splendidus) (kiri) saat penyelaman malam di spot Bianca, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (12/9/2017).

Saat ini tersedia bermacam produk silika gel dalam beragam bungkus. Pemasangan silika gel perlu dipastikan berada dalam posisi aman alias tidak banyak bergerak. Hal itu untuk menghindari silika gel bergeser saat aktivitas penyelaman dan mengganjal berbagai tuas yang menghubungkan tombol pada housing dengan tombol pada kamera.

Embun juga bisa muncul akibat perubahan suhu secara ekstrem pada housing. Hal itu terjadi, misalnya, ketika posisi kamera bawah air beserta housing–nya berpindah dari tempat yang panas ke dingin atau sebaliknya.

Pesona alam bawah laut berusaha diabadikan oleh seorang penyelam di Tanjung Mangguar, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (14/7/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pesona alam bawah laut berusaha diabadikan oleh seorang penyelam di Tanjung Mangguar, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (14/7/2017).

Karena itu, kita harus menghindari housing terjemur atau terekspos panas dari sinar matahari dalam waktu lama sebelum dibawa masuk ke air. Penyimpanan housing di dalam mobil dalam waktu lama pada suhu panas sebelum dibawa menyelam juga berpotensi memunculkan embun ketika housing mulai masuk ke kedalaman air.

Misalnya, jika perjalanan dengan mobil saat cuaca panas tidak terhindarkan, housing perlu dibuka agar udara yang tersimpan rapat di dalam housing tidak menjadi panas. Penyesuaian suhu juga perlu dilakukan sebelum kamera beserta housing dibawa masuk ke dalam air.

Penyelam menelusuri keindahan bawah laut di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Kamis (10/8/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Penyelam menelusuri keindahan bawah laut di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Kamis (10/8/2017).

Pada kawasan kepulauan, acap penyelaman dilakukan dengan berpindah-pindah lokasi dengan jarak yang cukup jauh. Pelayaran di atas kapal atau perahu kerap dilakukan dalam suhu yang panas.

Salah satu trik untuk menghindari kemunculan embun saat berpindah lokasi penyelaman telah diterapkan oleh harian Kompas di beberapa daerah, seperti Papua, Bali, dan Sulawesi Utara, saat pelaksanaan Ekspedisi Jelajah Terumbu Karang dan Ekspedisi Tanah Papua pada 2017 dan 2021. Tim tersebut memanfaatkan keranjang buah yang difungsikan sebagai ember untuk menampung air sekaligus tempat penyimpanan kamera selama perjalanan.

Sejumlah penyelam beristirahat di dekat tempat penyimpanan kamera di atas kapal setelah melakukan pemotretan bawah laut di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Kamis (10/8/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sejumlah penyelam beristirahat di dekat tempat penyimpanan kamera di atas kapal setelah melakukan pemotretan bawah laut di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Kamis (10/8/2017).

Kamera yang digunakan untuk memotret di dalam laut direndam air tawar pada sebuah keranjang buah yang dimodifikasi menjadi tempat penampungan kamera.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Kamera yang digunakan untuk memotret di dalam laut direndam air tawar pada sebuah keranjang buah yang dimodifikasi menjadi tempat penampungan kamera.

Keranjang tersebut diisi air tawar hingga mendekati penuh sebelum dibawa naik ke kapal. Selama kapal berlayar, semua kamera yang digunakan diletakkan di dalam keranjang tersebut dalam kondisi terendam air.

Perendaman kamera tersebut berpengaruh signifikan dalam menghalau kemunculan embun karena air tawar berperan menjaga suhu pada housing agar tidak kepanasan saat berada di atas kapal. Dengan demikian, perubahan suhu drastis dapat dihindari ketika kamera akan digunakan kembali pada penyelaman berikutnya.

Pesona alam bawah laut yang sayang jika tidak diabadikan di Tanjung Mangguar, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (14/72017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pesona alam bawah laut yang sayang jika tidak diabadikan di Tanjung Mangguar, Kabupaten Nabire, Papua, Senin (14/72017).

Memanasnya udara di dalam housing juga bisa terjadi akibat panas yang muncul dari pengoperasian kamera saat menyelam. Pada kamera DSLR, panas yang muncul relatif lebih rendah daripada kamera mirrorless. Hal tersebut terjadi karena saat dihidupkan, layar pada kamera mirrorless yang berfungsi sebagai jendela bidik biasanya menyala sepanjang waktu sehingga memunculkan panas.

Antisipasi kemunculan panas berlebih bisa dilakukan salah satunya dengan mematikan kamera saat sedang tidak digunakan atau ketika penyelam menuju obyek yang hendak difoto. Selain mengurangi panas, daya pada baterai juga bisa lebih dihemat.

Penyelam menyusuri keindahan bawah laut di lokasi penyelaman Bat Cave, Pulau Menjangan, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/11/2017). Pulau dengan sejumlah lokasi penyelaman menarik tersebut berada di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Penyelam menyusuri keindahan bawah laut di lokasi penyelaman Bat Cave, Pulau Menjangan, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/11/2017). Pulau dengan sejumlah lokasi penyelaman menarik tersebut berada di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Dengan baterai yang lebih hemat, risiko mengganti baterai kamera yang habis dayanya saat jeda penyelaman bisa dikurangi. Penggantian baterai kamera pun bisa dilakukan pada ruangan yang terkontrol kelembabannya setelah seluruh penyelaman selesai.

Meski terkesan ribet, langkah-langkah untuk menghindari embun ini wajib dilakukan agar keindahan bawah air bisa ditangkap maksimal pada sensor kamera tanpa harus terhalang embun.

Kawasan Pulau Purup dengan keindahan bawah laut yang alami di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Jumat (11/8/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Kawasan Pulau Purup dengan keindahan bawah laut yang alami di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Jumat (11/8/2017).

Lokasi penyelaman Bat Cave yang menarik untuk ditelusuri di  Pulau Menjangan, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/11/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Lokasi penyelaman Bat Cave yang menarik untuk ditelusuri di Pulau Menjangan, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/11/2017).

Peralatan fotografi bawah air yang sudah selesai digunakan di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, kemudian dibersihkan dan diisi dayanya, Kamis (10/8/2017).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Peralatan fotografi bawah air yang sudah selesai digunakan di kawasan Pulau Wairundi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, kemudian dibersihkan dan diisi dayanya, Kamis (10/8/2017).

Memuat data...
Memuat data...