FotografiKlinik FotoImaji yang Mengusik Nurani
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Bebas Akses

Imaji yang Mengusik Nurani

Foto jurnalistik dapat mengungkapkan kebenaran, mengekspos kesalahan dan kelalaian, menginspirasi harapan dan pemahaman, serta menghubungkan orang di seluruh dunia melalui bahasa dari pemahaman visual.

Oleh
IWAN SETIYAWAN
· 6 menit baca

Salah satu misi foto jurnalistik adalah mengabarkan suatu peristiwa atau keadaan yang direkam oleh pewarta foto apa adanya di lapangan. Ketika foto tersebut dipublikasikan di media massa, beragam respons akan muncul di masyarakat. Respons tersebut bisa positif, seperti pujian, simpati, dan harapan. Namun, tak jarang respons hujatan, caci maki, dan kebencian juga muncul.

Foto seorang anak pemulung yang dimuat menjadi foto utama harian Kompas edisi 25 Januari 2022 menjadi contoh karya foto jurnalistik yang mengundang banyak respons. Pada hari yang sama dengan foto tersebut terpublikasi, banyak respons pembaca yang masuk ke ruang Redaksi Kompas. Pesan singkat di ponsel dan dering telepon di kantor redaksi tak henti menanyakan tentang anak pemulung tersebut. Respons makin banyak karena foto tersebut diunggah di media sosial, baik yang resmi dari harian Kompas maupun media sosial pribadi para pembaca dan masyarakat yang merasa tersentuh dengan foto tersebut.

Foto utama halaman 1 <i>Kompas </i>edisi Selasa (25/1/2022) tentang anak pemulung yang viral dan mengundang banyak simpati masyarakat.
ARSIP KOMPAS

Foto utama halaman 1 Kompas edisi Selasa (25/1/2022) tentang anak pemulung yang viral dan mengundang banyak simpati masyarakat.

Memuat data...
Memuat data...