logo Kompas.id
KesehatanDisomasi Terkait Pencemaran...

Disomasi Terkait Pencemaran Sungai, Pemprov Jateng Janji Perketat Pengawasan Industri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi satu dari tiga gubernur yang disomasi perwakilan organisasi lingkungan akibat pencemaran Sungai Bengawan Solo. Pengawasan industri akan diketatkan.

Oleh
KRISTI DWI UTAMI
· 1 menit baca
Seorang warga melintas dengan perahu bambu di aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021). Diduga terjadi pencemaran akibat limbah minuman beralkohol dengan jenis ciu yang dibuang ke sungai tersebut. Akibatnya, PDAM Toya Wening Kota Surakarta sempat menghentikan operasional salah satu instalasi pengolahan airnya akibat kepekatan air yang meningkat.
KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO

Seorang warga melintas dengan perahu bambu di aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021). Diduga terjadi pencemaran akibat limbah minuman beralkohol dengan jenis ciu yang dibuang ke sungai tersebut. Akibatnya, PDAM Toya Wening Kota Surakarta sempat menghentikan operasional salah satu instalasi pengolahan airnya akibat kepekatan air yang meningkat.

SEMARANG, KOMPAS — Gubernur Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat disomasi oleh perwakilan organisasi lingkungan karena dianggap lalai dalam mengelola sampah dan membiarkan industri membuang limbah sembarangan. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng berjanji bakal memperketat pengawasan terhadap pembuangan limbah ke sungai.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/4/2022), Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi dan Lahan Basah (Ecoton) Prigi Arisandi menyampaikan, mayoritas sampah plastik dan limbah domestik yang ditemukan di sungai berasal dari kegiatan industri dan masyarakat. Oleh karena itu, perwakilan organisasi lingkungan perlu menggugat gubernur di Jawa karena dianggap lalai dan membiarkan sungai-sungai dalam kondisi buruk sehingga mengancam kesehatan masyarakat (Kompas.id, 12/4/2022).

Editor:
GREGORIUS MAGNUS FINESSO
Bagikan