logo Kompas.id
KesehatanSinergi Pengendalian...
Iklan

Sinergi Pengendalian Tuberkulosis dan Covid-19

Tuberkulosis mengancam ketahanan kesehatan global dan mematikan. Karena itu, strategi penanganan penyakit tersebut perlu diubah.

Oleh
EVY RACHMAWATI
· 4 menit baca
Tenaga kesehatan mewawancarai seorang warga terkait ada atau tidaknya gejala Covid-19 dan tuberkulosis dalam kegiatan penapisan tuberkulosis yang digelar tim Proyek Zero TB di Balai Desa Giri Purwo, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (29/3/2022).
KOMPAS/EVY RACHMAWATI

Tenaga kesehatan mewawancarai seorang warga terkait ada atau tidaknya gejala Covid-19 dan tuberkulosis dalam kegiatan penapisan tuberkulosis yang digelar tim Proyek Zero TB di Balai Desa Giri Purwo, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (29/3/2022).

YOGYAKARTA, KOMPAS — Eliminasi tuberkulosis mengalami kemunduran besar karena sumber daya kesehatan terserap untuk mengatasi pandemi. Hal itu ditandai dengan meningkatnya angka kasus kematian akibat penyakit infeksi tersebut. Untuk itu, strategi pengendalian tuberkulosis perlu diintegrasikan dengan Covid-19.

Para pembicara dalam G20 The First Health Working Group Side Event tentang Tuberkulosis, Rabu (30/3/2022), menyebutkan, untuk pertama kali dalam 20 tahun terakhir, angka kematian akibat tuberkulosis (TBC) meningkat. Di Indonesia, angka kasus kematian akibat TBC bertambah sekitar 1.000 jiwa.

Editor:
ADHITYA RAMADHAN
Bagikan