logo Kompas.id
KesehatanVaksin Penguat Dapat...
Iklan

Vaksin Penguat Dapat Meningkatkan Antibodi Covid-19

Vaksin penguat homolog dan heterolog dapat meningkatkan kadar antibodi terhadap. Covid-19. Peningkatannya sebesar 7,8 hingga 67 kali.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
· 4 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/7DroIu2MmDgGRv3FsHzC_vsBIig=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F6336eaae-af8d-4ed8-9a1a-879548657321_jpg.jpg
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Petugas menyedot cairan vaksin Covid-19 merk AstraZeneca di atrium mal Manado Town Square 3, Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (13/1/2022).

JAKARTA, KOMPAS – Pemberian vaksin penguat atau booster Covid-19 dapat meningkatkan kadar antibodi orang yang telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua. Sementara itu, efikasi vaksin terhadap varian Omicron perlu diteliti lebih lanjut.

Peningkatan antibodi diperoleh dari vaksin penguat homolog maupun heterolog. Vaksin homolog ialah jenis vaksin penguat yang sama dengan vaksin primer, sedangkan yang berbeda disebut heterolog. Kementerian Kesehatan meneliti dampak pemberian vaksin penguat CoronaVac (homolog) dan Moderna (heterolog).

Booster homolog dan heterolog menunjukkan peningkatan titer antibodi. Selain itu, tidak ada reaksi merugikan terhadap vaksin booster homolog maupun heterolog,” kata Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan Ririn Ramadhany pada simposium daring berjudul “Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries”, di Jakarta, Minggu (16/1/2022).

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/odlCU7KNcddsa0BE8rUgJkLV5jE=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F4a238f9b-7285-406e-a381-d16c37f38250_jpg.jpg
KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO

Seorang warga lansia menerima vaksinasi penguat, atau booster, Covid-19, di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2021). Ini merupakan hari pertama digelarnya vaksinasi penguat di kota tersebut. Target sasaran awal terdiri dari 55.000 orang lansia.

Vaksin penguat CoronaVac mampu meningkatkan titer antibodi sebesar 7,8 kali sebulan setelah penyuntikan. Tidak ada perbedaan titer antibodi yang signifikan antarkelompok usia penerima vaksin. Ririn menambahkan, titer antibodi pada warga lanjut usia atau lansia cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok usia lain.

Booster homolog dan heterolog menunjukkan peningkatan titer antibodi. Selain itu, tidak ada reaksi merugikan terhadap vaksin booster homolog maupun heterolog.

Sementara itu, titer antibodi setelah pemberian vaksin penguat Moderna naik signifikan hingga 67 kali lipat. Sama seperti CoronaVac, tidak ada perbedaan kadar antibodi yang signifikan antarkelompok usia penerima vaksin produksi Amerika Serikat ini.

“Perlu diingat bahwa titer antibodi tidak menunjukkan tingkat perlindungan (terhadap Covid-19),“ ucap  Ririn.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Pj4Avb0OThl3dBmU88hqlvKBf4w=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F11769edd-dc55-4d33-8800-c121ef234c23_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Petugas medis menyiapkan vaksin Pfizer yang akan diberikan kepada warga lanjut usia yang mengikuti program penyuntikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022). Pada tahap awal, booster vaksin yang diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia ini akan diprioritaskan untuk para lansia dan kelompok rentan.

Di sisi lain, menurut penelitian oleh Sinovac Biotech Ltd, CoronaVac sebagai vaksin penguat dapat meningkatkan antibodi secara signifikan. Peningkatan antibodi bagi penerima vaksin berusia 18-59 tahun sebesar 20 kali dan 30 kali bagi lansia berusia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Mempertebal Pertahanan dengan Vaksinasi Penguat

Peneliti klinis Sinovac Biotech Ltd Yaping Qiao mengatakan, vaksin penguat mampu mengurangi tingkat keparahan Covid-19 dari 56 persen menjadi 80 persen. Ini berdasarkan penelitian di Chile pada Oktober 2021. “Selain itu, pemberian booster meningkatkan efektivitas CoronaVac untuk mencegah perawatan di rumah sakit dari 84 persen menjadi 88 persen,” ucap Qiao.

Urgensi vaksin penguat

Iklan

Ilmuwan klinis senior di Eijkman-Oxford Clinical Research Unit Raph Hamers mengatakan, pemberian vaksin penguat penting. Sebab, antibodi pada tubuh penerima vaksin primer akan menurun seiring berjalannya waktu. Adapun tingkat efektivitas vaksin tertinggi terjadi saat 1-2 bulan setelah vaksinasi. Vaksin penguat dibutuhkan untuk mengantisipasi mutasi virus SARS-CoV-2.

Riset untuk menentukan vaksin penguat yang tepat terus dilakukan. Namun, untuk saat ini, publik dianjurkan untuk memilih vaksin penguat yang mudah diakses.

“Bukti menunjukkan bahwa pencampuran jenis vaksin (heterolog) bisa meningkatkan perlindungan terhadap Covid-19. Tapi, penelitian soal efektivitas dan capaian klinisnya masih dilakukan. Dengan adanya Covid-19 varian Omicron, urgensi vaksin booster meningkat,” tutur Hamers.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/aMshN5DH7B1B07DT2TSncytevnI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F3f1b3f66-2db5-4137-b430-cbab67be86c0_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Warga lanjut usia menunjukkan kartu vaksin setelah mengikuti program penyuntikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/1/2022). Pada tahap awal, booster vaksin yang diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia ini akan diprioritaskan untuk para lansia dan kelompok rentan.

Menurut anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Ceva Wicaksono Pitoyo, Omicron berpotensi resisten terhadap antibodi yang dibentuk dari vaksin. Kendati demikian, titer antibodi dari vaksin penguat homolog diperkirakan memproduksi jumlah antibodi cukup untuk melawan beragam varian Covid-19, termasuk Omicron.

Baca juga: Jangan Salah Memaknai Gejala Ringan Omicron

Adapun Vice President Sinovac Biotech Ltd Weining Meng mengatakan, mereka sedang mengembangkan vaksin Covid-19 yang mampu melawan Omicron. Mereka masih menanti hasil uji klinis vaksin tersebut. Vaksin itu ditargetkan bisa didistribusi pada Februari 2022.

“Saya yakin vaksin booster untuk Omicron akan baik untuk mengentaskan Covid-19. Kami bersedia bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memasok vaksin itu,” ucap Meng.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/QSF2k2kR0J8_xXTaqLMfQQvllBQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F85f78994-87c8-4293-8382-a3c1eae83451_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Petugas medis mempersiapkan vaksin Covid-19 Sinovac dalam kegiatan Vaksinasi Merdeka Anak di Madrasah Ibtidaiyah Al -Munawwaroh, Larangan, Kota Tangerang, Banten, Jumat (7/1/2022). Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun gencar dilakukan di tengah ancaman gelombang Covid-19 varian Omicron.

Pencegahan

Menurut data per 15 Januari 2022, ada 748 kasus Omicron di Indonesia. Sebanyak 569 kasus di antaranya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 155 kasus merupakan transmisi lokal. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mereka masih melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap 24 kasus Omicron lainnya.

“Kebanyakan kasus Omicron dari pelaku perjalanan luar negeri. Terbanyak dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab,” ucapnya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/hqY6ZrdUoYsB5JHoNuhlQ1cg9CE=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2Fb7fd3571-b5f2-4a15-a977-2ba881bb4176_jpg.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pelaku perjalanan luar negeri dari Arab Saudi naik taksi usai menjalani karantina kesehatan di Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021). Satgas Covid-19 dalam Surat Edaran Nomor 25/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada masa Pandemi Covid-19 mewajibkan pelaku perjalanan internasional melakukan tes usap PCR saat kedatangan, karantina selama 10 hari, tes ulang PCR kedua pada hari ke-9 karantina, dan karantina selama 14 hari khusus WNA/WNI yang tiba dari 11 negara tempat transmisi komunitas varian Omicron.

Untuk mencegah lonjakan kasus Omicron, pemerintah memperkuat pintu-pintu masuk negara dan memberlakukan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Untuk saat ini, pasien Omicron diisolasi secara terpusat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet maupun di rumah sakit rujukan.

Pemerintah menyiapkan skenario isolasi mandiri jika kasus Omicron melonjak. Skenario itu bakal disertai pengawasan kuat dari puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Layanan telemedik juga akan digunakan.

Baca juga: Pemberian Vaksin Dosis Primer Tetap Harus Dikejar

Editor:
Evy Rachmawati
Bagikan