logo Kompas.id
KesehatanKesehatan Anak-anak Versus Gula-gula Ekonomi Industri Rokok

Kesehatan Anak-anak Versus Gula-gula Ekonomi Industri Rokok

Sikap sejumlah kementerian terbelah soal revisi PP No 109/2012, ada yang membela kepentingan kesehatan publik ada juga yang membela kepentingan industri rokok. Kini, bola panas revisi ini berada di tangan presiden.

Oleh ADHITYA RAMADHAN
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas

Siswa sekolah dasar yang tergabung dalam Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup memperingati Hari Anak dengan berunjuk rasa tolak asap rokok di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016). Mereka mengajak orang dewasa untuk berhenti merokok dan menghormati hak anak untuk mendapat lingkungan hidup yang bebas dari asap rokok.

Lisda Sundari membuka percakapan dengan ramah di ujung telepon. Namun, selama bercerita nada suaranya terdengar getir. Hatinya resah karena menurut dia anak-anak di negeri ini nyaris tidak diperhitungkan kepentingannya dan dilindungi masa depannya. Satu hal yang menjadi keprihatinan Ketua Yayasan Lentera Anak itu adalah perlindungan anak-anak dari paparan iklan dan promosi rokok yang nyaris tidak ada.

”Anak tidak diperhitungkan di negeri ini. Mereka cuma dilihat sebagai angka, tidak dilihat sebagai manusia yang punya hak kesehatan,” kata penerima penghargaan Judy Wilkenfeld 2019 dari Campaign for Tobacco-Free Kids itu, Rabu (27/10/2021). Padahal, sebagai negara yang sudah meratifikasi Konvensi Hak Anak tahun 1990, Indonesia memiliki kewajiban melindungi anak-anak.

Editor: evyrachmawati
Bagikan