logo Kompas.id
KesehatanTekanan Ekonomi Picu Masalah Kesehatan Jiwa

Tekanan Ekonomi Picu Masalah Kesehatan Jiwa

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada kondisi kesehatan jiwa masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Perlu intervensi menyeluruh menanganinya.

Oleh TIM KOMPAS
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/AGUS SUSANTO

Aktivitas orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam perawatan di panti rehabilitasi disabilitas mental Yayasan Jamrud Biru, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021). Sebanyak 215 orang dengan gangguan jiwa di rawat di yayasan tersebut. Berbagai tekanan yang dihadapi manusia di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan kerentanan pada kesehatan jiwa. 

JAKARTA, KOMPAS - Masalah ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat mengalami gangguan kesehatan mental. Kehilangan pekerjaan, pemotongan upah, kesulitan mendapat pekerjaan, dan ketidakpastian lainnya membebani psikologis warga.

“Cukup banyak rakyat Indonesia yang mengalami gangguan jiwa. Baik itu depresi, anxiety, bahkan yang lebih parah seperti skizofrenia. Umumnya, mereka kesulitan untuk memperoleh perawatan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, lewat telekonferensi daring dalam perayaan Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia yang tahun 2021 bertema “Mental Health in an Equal World” di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (10/10/2021).

Editor: Adhitya Ramadhan
Bagikan
Memuat data..