logo Kompas.id
KesehatanPPKM Mikro Dinilai Diskriminatif dan Tidak Akan Efektif

PPKM Mikro Dinilai Diskriminatif dan Tidak Akan Efektif

PPKM skala mikro mendapatkan kritik karena menyimpang dari konsep semula. Selain itu, kebijakan yang diberlakukan di Indonesia ini juga dinilai diskriminatif terhadap ekonomi masyarakat kecil.

Oleh Ahmad Arif
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Trotoar yang sepi dan lalu lintas yang padat Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bogor, Jawa Barat, di masa PPKM, Selasa (9/2/2021). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan jika Kota Bogor menjadi satu-satunya wilayah yang tersisa di Jawa Barat berstatus zona merah Covid-19. Meski telah dilakukan sejumlah upaya pencegahan, termasuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), masih terlihat banyak warga yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro dinilai menyimpang dari konsep awal. Selain dikhawatirkan tidak akan efektif menghentikan penularan Covid-19 di Jawa dan Bali, kebijakan ini juga diskriminatif terhadap ekonomi rakyat.

”Konsep micro-lockdown itu setiap kelurahan agar melakukan pembatasan secara bersamaan. Warga tetap bisa menjalankan aktivitas di dalam kelurahannya, tetapi dibatasi untuk keluar. Jadi, usaha kecil, seperti warung, tetap jalan. Akan tetapi, aktivitas skala besar, seperti mal dan perkantoran, harus tutup dulu,” kata Sulfikar Amir, ahli sosiologi bencana Indonesia yang mengajar di Nanyang Technological University, Singapura, Selasa (9/2/2021).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..