logo Kompas.id
β€Ί
Kesehatanβ€ΊPandemi Covid-19 Belum...
Iklan

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Tidak Boleh Kendur Lindungi Anak

Walau tingkat keparahan Covid-19 pada anak rendah, orangtua tetap diingatkan agar tidak lengah menjaga anak. Sebab, belum ada studi yang menunjukkan dampak Covid-19 pada anak di Indonesia.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/qhbKMBHfqozfJuAeW7uujV0DE3Q=/1024x656/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2Fccb25818-4865-4c11-9ba1-68d5d8333603_jpg.jpg
Kompas

Seorang anak mengenakan pelindung wajah saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar HBKB dengan menerapkan protokol kesehatan di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman- MH Thamrin setelah ditiadakan sejak 15 Maret 2020 karena pemberlakuan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

JAKARTA, KOMPAS β€” Perlindungan terhadap anak dari paparan Covid-19 tidak boleh longgar pada masa normal baru. Orangtua diminta waspada karena potensi anak terinfeksi sama besar dengan risiko pada orang dewasa.

Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 51.427 kasus positif Covid-19 di Indonesia per Jumat (26/6/2020). Sebanyak 27.441 pasien dalam perawatan, 21.333 pasien dinyatakan sembuh, dan 2.683 orang meninggal.

Editor:
khaerudin
Bagikan