logo Kompas.id
InternasionalIndonesia Menakhodai Bahtera...
Iklan

Indonesia Menakhodai Bahtera Arungi Samudra Geopolitik

Tantangan politik internasional Indonesia semakin rumit dan besar. Indonesia memiliki banyak modal politik, tetapi mampukah mengambil kesempatan?

Oleh
LARASWATI ARIADNE ANWAR
· 4 menit baca
Pendiri Foreign Policy Community Indonesia, Dino Patti Djalal, membuka acara Konferensi Politik Luar Negeri Indonesia (CIFP) di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Pendiri Foreign Policy Community Indonesia, Dino Patti Djalal, membuka acara Konferensi Politik Luar Negeri Indonesia (CIFP) di Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Indonesia kini menghadapi tantangan politik luar negeri yang tidak lagi berupa dua karang tajam yang bisa menenggelamkan bahtera bangsa. Sekarang, tantangan berupa samudra penuh badai dengan Indonesia beserta negara-negara dunia harus mengarunginya bersama-sama. Sebab, jika satu karam, yang lain ikut terseret.

Prinsip itu dikemukakan ddalam acara Konferensi Politik Luar Negeri Indonesia (CIFP) yang diadakan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) di Jakarta, Sabtu (26/11/2022). ”Dulu, dua karang itu adalah blok politik Barat dan Timur di masa Perang Dingin. Indonesia, seperti yang ditegaskan bapak bangsa Mohammad Hatta, mendayung agar tidak menabrak karang-karang itu,” kata pendiri FPCI, Dino Patti Djalal.

Editor:
FRANSISCA ROMANA
Bagikan