logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊMembangun Aksi Nyata Pasca-KTT...
Iklan

Membangun Aksi Nyata Pasca-KTT G20

Meskipun ada rivalitas, para pemimpin tak mau menjerumuskan dunia dalam bahaya. Diplomasi dan dialog menjadi cara elegan untuk membangun stabilitas dunia.

Oleh
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Β· 1 menit baca
Anak-anak Maasai berlari melewati seekor zebra yang menurut warga setempat mati karena kekeringan, saat mereka menggembalakan ternak mereka di desa Ilangeruani, dekat Danau Magadi, di Kenya, pada Rabu, 9 November 2022. Sebagian wilayah Kenya telah mengalami empat musim berturut-turut dalam dua tahun terakhir,
AP/BRIAN INGANGA

Anak-anak Maasai berlari melewati seekor zebra yang menurut warga setempat mati karena kekeringan, saat mereka menggembalakan ternak mereka di desa Ilangeruani, dekat Danau Magadi, di Kenya, pada Rabu, 9 November 2022. Sebagian wilayah Kenya telah mengalami empat musim berturut-turut dalam dua tahun terakhir,

Pekan telah berganti, dunia terus bergerak. Dalam sejumlah forum global yang telah dan sedang bergulir, para pemimpin dunia semakin menyadari bahwa perpecahan bukanlah cara dunia bekerja.

Di sela-sela forum COP27, Utusan Khusus China untuk isu iklim Xie Zhenhua mengapresiasi pembicaraannya dengan mitranya, John Kerry. Ia menyebut pembicaraan di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Sabtu (19/11/2022), itu berlangsung terbuka, positif, dan ramah.

Editor:
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan