logo Kompas.id
InternasionalDunia Tak Bisa Lagi Bersikap...
Iklan

Dunia Tak Bisa Lagi Bersikap Biasa-biasa Saja

Perubahan iklim, pemanasan global, naiknya permukaan air laut, dan bencana hidrometeorologi adalah ancaman sangat serius. ”Untuk mencapai hasil baru, diperlukan pendekatan baru,” kata Antonio Guterres

Oleh
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO, AGNES THEODORA,
· 1 menit baca
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama sejumlah wartawan dalam negeri dan luar negeri mengunjungi kawasan hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan KTT G20 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (16/11/2022).
MEDIA CENTER G20/GALIH PRADIPTA

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama sejumlah wartawan dalam negeri dan luar negeri mengunjungi kawasan hutan mangrove dalam rangkaian kegiatan KTT G20 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (16/11/2022).

Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali baru saja usai. Banyak hal dicapai. Selain Deklarasi Bali, ada pula hasil nyata yang diperoleh. Salah satunya adalah Dana Pandemi. Komitmennya mencapai 1,5 miliar dollar AS. Berselang beberapa hari, pada Minggu (20/11/2022) KTT Iklim COP27 di Sharm el-Sheikh menyepakati pembentukan dana ”kerugian dan kerusakan” atau ”loss and damage”. Apabila Dana Pandemi dibentuk untuk membangun ketahanan kesehatan agar dunia lebih siap bila pandemi baru muncul, dana loss and damage dikucurkan untuk membantu negara-negara yang rentan mengatasi dampak merusak pemanasan global.

Sehari menjelang KTT G20 dibuka, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (14/11) mengatakan, target menahan laju pemanasan global hingga di bawah 1,5 derajat celsius tampaknya telah lepas dari genggaman. Dunia, tegasnya, tidak bisa mengharapkan dapat mencapai hasil yang ditargetkan bila tetap bertindak seperti biasanya. dalam konferensi pers di BICC, Nusa Dua, Bali.

Editor:
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan