logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊAsia tidak Akan Memasuki...
Iklan

Asia tidak Akan Memasuki Resesi

Asia memiliki fondasi kuat karena memiliki cadangan devisa yang memadai. Asia juga tertib dalam pengelolaan ekonomi makro termasuk pengelolaan posisi utang yang terjaga

Oleh
SIMON P SARAGIH S
Β· 1 menit baca
Ashok Lavasa, Wakil Presiden untuk Operasi Sektor Swasta dan Kemitraan Pemerintah-Swasta Bank Pembangunan Asia (ADB), berbicara mengenai ekosistem pembiayaan hijau (green financing) yang perlu digalakkan untuk bisa menangani krisis iklim, saat KTT T20 di Nusa Dua, Bali, Senin (5/9/2022). Pembiayaan iklim dari sektor swasta dan filantropis dibutuhkan untuk membantu mendorong transisi energi di Asia Pasifik yang masih belum terjangkau.
KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD

Ashok Lavasa, Wakil Presiden untuk Operasi Sektor Swasta dan Kemitraan Pemerintah-Swasta Bank Pembangunan Asia (ADB), berbicara mengenai ekosistem pembiayaan hijau (green financing) yang perlu digalakkan untuk bisa menangani krisis iklim, saat KTT T20 di Nusa Dua, Bali, Senin (5/9/2022). Pembiayaan iklim dari sektor swasta dan filantropis dibutuhkan untuk membantu mendorong transisi energi di Asia Pasifik yang masih belum terjangkau.

Asia tidak akan memasuki resesi akut meski AS dan Eropa terpukul resesi. Tentu akan ada beberapa negara di Asia yang akan kesulitan jika resesi menimpa AS dan Eropa tetapi secara umum Asia relatif aman. Posisi perekonomian Asia yang memperkuat rambu-rambu perekonomian membuat kawasan tidak serapuh dekade 1990-an. Asia adalah juga mesin pertumbuhan dunia.

"Skenario resesi tidak masuk dalam prediksi Bank Pembangunan Asia (ADB)," kata ekonom ADB Albert Park kepada CNBC, Selasa (20/2/2022). Hal serupa dikatakan Wakil Presiden ADB, Ahmed Saeed dan sejumlah ekonom Asia dan pengamat Asia lainnya.

Editor:
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan