logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊFanatisme Suku Membuat Bangsa ...
Iklan

Fanatisme Suku Membuat Bangsa Arab Mundur

Organisasi modern malah dipakai untuk melestarikan tradisionalisme dan hal itu berlangsung sampai sekarang. Bangsa-bangsa Arab masih terus berperang di antara sesamanya.

Oleh
KRIS MADA
Β· 1 menit baca
Dua petempur anak-anak yang baru berusia remaja duduk di bebatuan sambil membawa senjata api di sebuah lokasi di Marib, Yaman, 30 Juli 2018. Sudah bertahun-tahun negara itu dilanda perang saudara dan tidak ada tanda akan selesai. Perang Yaman salah satu bukti perpecahan di antara bangsa Arab.
AP PHOTO/NARIMAN EL-MOFTY

Dua petempur anak-anak yang baru berusia remaja duduk di bebatuan sambil membawa senjata api di sebuah lokasi di Marib, Yaman, 30 Juli 2018. Sudah bertahun-tahun negara itu dilanda perang saudara dan tidak ada tanda akan selesai. Perang Yaman salah satu bukti perpecahan di antara bangsa Arab.

JAKARTA, KOMPAS β€” Meski sudah lebih dari 100 tahun dikritik, kemunduran bangsa-bangsa Arab tidak kunjung berhenti. Fanatisme pada suku, kolusi, dan keengganan meninggalkan tradisionalisme menjadi faktor utama kemunduran itu. Indonesia perlu mempelajari penyebab keterpurukan itu agar tidak mengalami masalah yang sama.

Jurnalis senior Musthafa Abd Rahman mengatakan, keresahan pada kemunduran bangsa Arab sudah dikemukan antara lain lewat buku terbitan 1883. Kritik serupa terus dilontarkan di masa-masa selanjutnya. ”Buku saya tidak akan menjadi yang terakhir, masih akan ada lagi di masa mendatang,” kata dia dalam bedah bukunya, Mengapa Bangsa Arab Terpuruk, Kamis (25/8/2022), di Jakarta.

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan