logo Kompas.id
โ€บ
Internasionalโ€บKeputusan Politik vs Logika...
Iklan

Keputusan Politik vs Logika Ekonomi

Di saat perang Ukraina-Rusia berkobar, setiap negara memiliki dilemanya masing-masing. Keputusan politik dan logika ekonomi acapkali berbenturan. Lantas bagaimana sintesanya?

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
ยท 1 menit baca
President Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) bersalaman menjelang pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-11 di Brasilia, Brazil, 12 November 2019. (Ramil Sitdikov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP, File)
RAMIL SITDIKOV, SPUTNIK, KREMLIN POOL PHOTO VIA AP, FILE

President Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) bersalaman menjelang pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-11 di Brasilia, Brazil, 12 November 2019. (Ramil Sitdikov, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP, File)

Perang Ukraina-Rusia memunculkan dilema di sejumlah negara. Pada satu sisi, negara harus mengeluarkan keputusan politik atas situasi di Eropa timur itu. Pada sisi lain, logika ekonomi nasional harus menjadi jangkar. Ada kalanya keduanya berjalan seiring. Namun, ada kalanya, bertentangan.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai hampir empat bulan lalu, Eropa menghujani Rusia dengan berbagai sanksi. Ekonomi Rusia mulai goyah ditambah biaya perang yang tidak sedikit dan mencekik. Di tengah rasa sesak itu, China hadir sebagai sahabat dengan meningkatkan pembelian minyak.

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan