logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€Ί"Great Resistance", Perang...
Iklan

"Great Resistance", Perang Urat Saraf Perusahaan dengan Karyawan

Pandemi Covid-19 dianggap telah bisa ditangani di negara-negara maju. Akan tetapi, banyak korporasi kembali ke pola kerja konvensional setelah selama ini berinovasi dengan model jarak jauh.

Oleh
LARASWATI ARIADNE ANWAR
Β· 1 menit baca
Ilustrasi penayangan serial "Work from Home" yang diproduksi GoPlay. Serial ini tayang sejak 2 November 2020 dan berkisah tentang kehidupan masyarakat saat beradaptasi dengan normal baru. Misalnya, bekerja dari rumah dan melakukan rapat daring.
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Ilustrasi penayangan serial "Work from Home" yang diproduksi GoPlay. Serial ini tayang sejak 2 November 2020 dan berkisah tentang kehidupan masyarakat saat beradaptasi dengan normal baru. Misalnya, bekerja dari rumah dan melakukan rapat daring.

Pandemi Covid-19 mengubah secara besar-besaran pola kerja karyawan kerah putih di negara-negara Barat. Ada semacam hikmah dari protokol kesehatan menjaga jarak fisik karena karyawan harus bekerja dari rumah. Bagi sejumlah besar karyawan ini, mereka menemukan bekerja dari jarak jauh ternyata lebih produktif dan membahagiakan. Sekarang, setelah pandemi dianggap berhasil ditangani, karyawan enggan kembali masuk kantor.

Pekan lalu, surat elektronik pemimpin perusahaan Tesla Elon Musk bocor ke media arus utama di Amerika Serikat. β€œSemua karyawan Tesla wajib masuk kantor minimal 40 jam setiap pekan. Jika menolak, lebih baik Anda mengundurkan diri,” tulis Musk di surel yang dialamatkan kepada semua pegawai perusahaan mobil listrik tersebut.

Editor:
BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan