logo Kompas.id
InternasionalJejak Armada Rusia di Perairan Nusantara

Jejak Armada Rusia di Perairan Nusantara

Armada Kekaisaran Rusia pun pernah meninggalkan jejak di perairan Nusantara semasa perang Russo-Japan. Belajar dari konflik tahun 1904-1905 itu, persaingan kekuatan besar di kawasan Pasifik selalu berdampak pada ASEAN.

Oleh
Iwan Santosa
· 1 menit baca
Memuat data...
KEDUTAAN BESAR FEDERASI RUSIA

Para pelaut Angkatan Laut Rusia berziarah ke makam seorang perwira AL Rusia yang meninggal di Sabang tahun 1901. Makam tersebut adalah satu-satunya makam militer Rusia di Indonesia.

Tidak hanya armada Portugis-Spanyol, Inggris-Belanda, kemudian Jerman dan Jepang yang pernah mewarnai sejarah modern dunia maritim Nusantara sejak 1500 Masehi hingga Perang Dunia II (1939-1945). Armada Kekaisaran Rusia pun pernah meninggalkan jejak di perairan Nusantara semasa perang Russo-Jepang yang dikenal sebagai perang laut Selat Tsushima tahun 1905, yang juga memiliki catatan khusus: untuk pertama kali bangsa Eropa dikalahkan bangsa Asia dalam sebuah konflik bersenjata.

Dalam konflik perebutan pengaruh di Korea-Manchuria atau wilayah Dong Bei (Timur Laut) Tiongkok, Kekasiaran Jepang dan Kekaisaran Rusia saling berhadapan sejak akhir 1800-an hingga awal 1900-an. Wilayah Asia Tenggara juga terdampak persaingan perebutan kekuasaan dan pengaruh tersebut.

Editor:
prasetyoeko
Bagikan