logo Kompas.id
InternasionalPandemi Hadirkan Beragam Tantangan pada Pemajuan Demokrasi

Pandemi Hadirkan Beragam Tantangan pada Pemajuan Demokrasi

Bali Democracy Forum sejak awal tidak dirancang sebagai ajang mencari format terbaik demokrasi. Forum ini dirancang menjadi tempat berbagi untuk negara yang sedang mempraktikkan atau masih berminat pada demokrasi.

Oleh
kris mada
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRIS MADA

Pakar politik internasional dari Universitas Paramadina, Mahmud Syaltout (kanan), Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah (layar kiri), dan Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faizal Zaini (layar kanan) dalam diskusi menjelang Bali Democracy Forum, Kamis (2/12/2021), di Jakarta. Diskusi bertajuk ”Demokrasi di Era Pandemi: Menjawab Tantangan dari Setiap Negeri” itu membahas tentang pengembangan demokrasi secara beragam di setiap negara.

JAKARTA, KOMPAS — Pandemi Covid-19 menghadirkan sejumlah tantangan bagi demokrasi. Tantangan itu termasuk hadirnya fenomena yang dianggap menjadi jalan keluar untuk penguatan setelah pandemi. Meski demikian, demokrasi dianggap bisa terus bertahan di tengah tekanan pandemi.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini mengatakan, digitalisasi semakin masif di tengah pandemi. Pada platform digital itu bertebaran berbagai hal yang justru mengancam demokrasi. ”Paham-paham transnasional disebar melalui platform digital,” katanya dalam diskusi ”Menuju Bali Democracy Forum: Demokrasi di Era Pandemi, Menjawab Tantangan dari Setiap Negeri”, Kamis (2/12/2021), di Jakarta.

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan