logo Kompas.id
InternasionalMewujudkan Perdamaian Korea Tak Harus Berarti Penyatuan Utara-Selatan

Mewujudkan Perdamaian Korea Tak Harus Berarti Penyatuan Utara-Selatan

Korea Utara dan Korea Selatan mengharapkan perdamaian di Semenanjung Korea. Akan tetapi, bagi sebagian warga Korsel dalam survei, mereka berpandangan bahwa perdamaian bukan berarti kedua negara harus bersatu.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
GETTY IMAGES/KOREA SUMMIT PRESS POOL

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saling mengulurkan tangan untuk berjabat tangan di garis demarkasi militer yang memisahkan dua negara, di Panmunjom, Korea Selatan, 27 April 2018.

Upaya perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan terus berlangsung. Indonesia sebagai negara yang memiliki hubungan diplomasi dengan kedua Korea selalu siap sedia menjadi jembatan perdamaian dan penyatuan kembali kedua belah pihak. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan terakhir, isu penyatuan dua Korea kini ternyata tidak lagi menjadi inti dari perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea.

Fakta ini terungkap dalam diskusi daring mengenai stabilitas di Semenanjung Korea yang diselenggarakan oleh The Habibie Centre beserta Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, Senin (22/11/2021). Hadir dalam diskusi itu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung, Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara Berlian Napitupulu, Direktur Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani, Direktur Institut Nasional untuk Persatuan Korea (KINU) Lee Sang-sin, dan Direktur Jenderal Persatuan Korea Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Rim Kap-soo.

Editor:
samsulhadi
Bagikan