Dalam dua hari, Provinsi British Columbia di Kanada mengalami curah hujan hingga 250 milimeter. Ini setara dengan curah hujan yang biasa mereka dapatkan dalam sebulan. Akibatnya terjadi banjir dan tanah longsor.
Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
·3 menit baca
AP/The Canadian Press/Darryl Dyc
Sebuah rumah dikepung banjir di Abbotsford, British Columbia, Kanada, 17 November 2021. Dikutip dari Reuters, Menteri Besar British Columbia John Horgan menggambarkan bencana itu sebagai peristiwa sekali dalam 500 tahun.
VANCOUVER, KAMIS — Hujan deras yang melanda Provinsi British Columbia, Kanada, sejak akhir pekan lalu mengakibatkan banjir dan longsor. Ribuan penduduk diungsikan guna mencegah munculnya korban jiwa lebih banyak. Pemerintah daerah menyatakan situasi darurat kebencanaan dan melarang semua warga bepergian.
”Ini bencana terburuk yang pernah dialami Kanada. Pemerintah pusat telah mengerahkan militer ke British Columbia untuk membantu pemerintah daerah,” kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dari Washington, Amerika Serikat, Rabu (17/11/2021). Ia akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dalam rangka pertemuan rutin kepala negara Amerika Utara.
Badan Meteorologi Kanada mencatat, sejak Minggu hingga Senin, curah hujan yang turun di British Columbia mencapai 250 milimeter. Ini setara dengan curah hujan normal bulanan. Akibatnya, terjadi banjir dan longsor. Di kota Lillooet, sekitar 250 kilometer di timur laut Vancouver, tebing di sisi jalan longsor. Kejadian ini mengakibatkan satu orang tewas dan dua orang hilang.
”Mobil-mobil berjalan pelan-pelan karena hujan deras. Tiba-tiba, tebing di sebelah jalan longsor dan menelan mobil-mobil yang berbaris,” kata seorang saksi mata, Kathi Rennie, kepada stasiun televisi CBC.
AFP/Don MacKinnon
Lanskap kawasan Sumas Prairie di Abbotsford, British Columbia, Kanada, yang terendam banjir, 17 November 2021. Hujan deras selama dua hari yang mengguyur British Columbia menyebabkan banjir besar dan tanah longsor.
Banjir besar terjadi di wilayah Sumas Prairie yang berbatasan dengan Negara Bagian Washington, AS. Sebanyak 200 warga diangkut dengan helikopter ke tempat yang aman karena rumah mereka terendam. Menteri Pertanian British Columbia Lana Propham mengungkapkan, ribuan ternak habis dilalap banjir. Stasiun-stasiun televisi menayangkan video seekor sapi yang ditarik memakai jet ski demi bisa keluar dari terjangan air.
Bahkan, dilansir dari surat kabar Seattle Times, kota-kota di AS yang berbatasan dengan Kanada juga terkena imbas. Wali Kota Sumas, Washington, AS, Kevin Christensen mengungkapkan, sekitar 500 orang warganya terpaksa dievakuasi karena terkena limpasan air dari Kanada.
Menteri Besar British Columbia John Horgan mengumumkan status darurat bencana di provinsi tersebut. Warga dilarang bepergian kecuali untuk mengungsi. Ia menerangkan, ini kejadian 500 tahun sekali ketika hujan ekstrem melanda wilayah tersebut.
Horgan mengucapkan terima kasih kepada tentara nasional Kanada yang turun tangan. Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tetap tabah dan waspada. Semakin banyak sumber daya yang diturunkan untuk mencari dan menyelamatkan penduduk berarti kemungkinan bertambahnya korban yang ditemukan semakin meningkat.
AP/The Canadian Press/Jonathan H
Warga mengungsi dengan menggunakan perahu bermotor di jalan bebas hambatan yang terendam banjir di Abbotsford, British Columbia, Rabu (17/11/2021) WIB. Wali Kota Abbotsford Henry Braun mengatakan, air masih akan naik dan jalan bebas hambatan akan ditutup untuk sementara.
”Selain itu, mohon masyarakat jangan panik. Tidak perlu memborong barang-barang di pertokoan. Anda tidak perlu 48 butir telur, cukup selusin telur untuk sekeluarga. Mohon pikirkan orang lain juga,” tuturnya.
Banjir dan longsor ini merupakan tragedi kedua di British Columbia pada 2021. Pada musim panas lalu, sebanyak 500 orang tewas akibat cuaca panas yang ekstrem. Bahkan, di Lytton, sebuah desa di provinsi ini, suhunya mencapai 46,6 derajat celsius.
”Semua kejadian ekstrem ini akibat krisis iklim yang, kalau ditarik lebih ke atas, berawal dari perilaku manusia. Tanpa adanya mitigasi perubahan iklim yang drastis, seluruh dunia akan menghadapi berbagai bencana dengan skala yang tidak terbayangkan sebelumnya,” kata John Clague, Guru Besar Ilmu Bumi Universitas Simon Fraser. (AP/AFP)