logo Kompas.id
InternasionalMaksud Hati Pelihara Anjing,...

Maksud Hati Pelihara Anjing, Apa Daya Rubah Didapat

Salah beli. Terkesan pada tampilan mungil anakan ”anjing”, ternyata setelah enam bulan dipelihara, ”naluri” sebenarnya muncul.

Oleh
Luki Aulia
· 2 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/WOdwW7lNMXLlqP97hvQs_PafJo0=/1024x1299/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2F20211107-KILWAT-H4-LIMA_1636290847.jpg
Kompas

Supriyanto

Jika musang bisa berbulu domba, maka rubah juga bisa berbulu anjing. Ketika Maribel Sotelo dan keluarganya membeli anak anjing lucu dari sebuah toko di pusat kota Lima, Peru, mereka sama sekali tidak tahu bahwa ternyata mereka membeli anak rubah. Keluarga Sotelo membesarkan peliharaan yang dikira anjing itu selayaknya anjing pada umumnya. Namun, lama-kelamaan setelah enam bulan di rumah Sotelo, si anak anjing yang diberi nama Run Run itu mulai menunjukkan perilaku aneh. Si Run Run mulai sering mengejar ayam atau bebek milik tetangga untuk dimakan atau sekadar dibunuh. Ulah Run Run membuat tetangga-tetangganya marah. Setelah dicek, rupanya Run Run itu jenis rubah Andean yang memiliki kaki ramping, buntut tebal, kepala runcing, dan telinga menonjol. ”Kami kira itu anak anjing, ternyata rubah. Run Run sudah makan tiga marmut besar lagi. Kami harus bayar ganti rugi terus,” kata Sotelo. Anak laki-laki Sotelo membeli Run Run seharga 13 dollar AS. Beberapa hari lalu, Run Run kabur dari rumah dan saat ini masih dicari aparat dari Badan Pengelolaan Hutan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) untuk dibawa ke kebun binatang. Walter Silva, dokter hewan dan spesialis satwa liar di SERFOR, menjelaskan banyak satwa liar dari wilayah Loreto, Ucayali, dan Madre de Dios diperdagangkan di Lima. ”Banyak satwa liar ditangkap sejak bayi lalu diperdagangkan ilegal di pasar gelap. Seperti rubah ini yang dijual sebagai anjing,” ujarnya. (REUTERS/LUK)

Editor:
Bonifasius Josie Susilo H
Bagikan