logo Kompas.id
InternasionalDepresi akibat Krisis Iklim Hantui Generasi Muda

Depresi akibat Krisis Iklim Hantui Generasi Muda

Anak-anak muda di sejumlah negara mengalami trauma permanen akibat krisis iklim. Frustrasi dan depresi yang mereka alami berisiko memunculkan apatisme dan kekerasan.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
AFP PHOTO/CHRISTOPE ARCHAMBAULT

Seorang aktivis berunjuk rasa dengan membawa poster untuk memprotes penyelenggaraan parade mode Paris Fashion Week 2021 di Paris, Perancis, Selasa (5/10/2021). Unjuk rasa tersebut terkait dengan isu lingkungan dan perubahan iklim yang ditimbulkan dari industri mode.

Krisis iklim tidak hanya merusak lingkungan hidup, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mental generasi muda secara global. Generasi muda menilai, baik pemerintah maupun korporasi belum memperlihatkan niat tulus untuk mengatasi berbagai kerusakan lingkungan dan krisis kemanusiaan. Frustrasi dan depresi yang mereka alami berisiko memunculkan budaya apatisme dan, di sisi lain, kekerasan.

Demikian hasil survei yang dilakukan Caroline Hickman et al, yaitu tim gabungan multidisipliner dari Universitas Bath, Inggris. Survei dilakukan terhadap 10.000 anak muda berusia 16-25 tahun dari sepuluh negara. Survei ini disponsori lembaga nirlaba Avaaz dan diterbitkan di jurnal ilmiah Lancet edisi Oktober 2021.

Editor:
Fransisca Romana
Bagikan